Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat dibanding
5-11 April 2021 yang mencatatkan 157 kasus dari 78 perkantoran.
Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza
Patria mengakui bahwa ada lonjakan kasus di klaster perkantoran. Ia menegaskan
tengah mengecek penyebab melonjaknya klaster perkantoran beberapa waktu
terakhir.
Baca Juga:
Izin 28 Perusahaan di Cabut Langgar Kawasan Hutan, Kejagung Dalami Dugaan Pidana
"Ini sedang kita cek kembali apa yang menjadi
penyebab, apakah terjadinya penyebaran itu di perkantoran itu sejak di rumah,
diawali dengan klaster rumah misalnya, apakah di perjalanan pergi, di
perjalanan pulang atau di kantor itu sendiri, atau di tempat-tempat lain,"
ujar Riza. (Tio)