Ia menjelaskan bahwa PLN terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta perangkat kecamatan untuk membuka akses menuju titik gangguan demi mempercepat upaya pemulihan jaringan listrik.
Warga diimbau tetap waspada terhadap bahaya kelistrikan di wilayah banjir, termasuk menjauhi peralatan dan kabel yang terendam serta segera melapor bila menemukan kondisi berpotensi membahayakan.
Baca Juga:
PLN Kerahkan Tim Siaga Hadapi Banjir dan Longsor yang Lumpuhkan Listrik di Tapteng–Sibolga
Sementara itu di Kabupaten Tapanuli Utara pada hari yang sama, banjir merendam Desa Sitolubahal sejak pukul 11.00 WIB akibat meluapnya Sungai Aek Mahassan dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter menurut Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon.
Di Desa Robean, longsor menimbun dua rumah dan menyebabkan empat warga terluka akibat tertimpa material bangunan sementara dua pohon tumbang menghambat akses evakuasi sebelum petugas gabungan mengevakuasi warga ke tempat yang aman.
Hujan deras yang tidak mereda hingga malam membuat warga di bantaran sungai dan tebing diminta segera mengungsi guna mengantisipasi luapan air yang lebih besar maupun potensi longsor susulan.
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Tapteng–Sibolga, PLN Kerahkan Sistem Pemulihan Berbasis Safety First
Hingga laporan ini diterima, proses pemulihan listrik dan komunikasi masih berlangsung sementara banjir di sejumlah titik belum menunjukkan tanda signifikan akan surut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]