WahaNanews.co I Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan
dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Pakpak
Bharat, Orba S Manik, membantah kadang ayam yang dipajang di depan kantor Bupati
mirip rumah adat.
Baca Juga:
Banjir Landa Kota Binjai, Sejumlah TPS Ditunda Untuk Melakukan Pemungutan Suara
Orba S Manik berpendapat kandang tersebut tidak mirip dengan
rumah adat.
Seperti diberitakan media ini kemarin (04/08/2021) dengan
judul "Pajang Kandang Ayam Mirip Rumah Adat, Pemkab Pakpak Bharat Kembangkan Produk
UMKM."
Baca Juga:
Aktivis Alumni Mahasiswa Jakarta Raya Dukung Al Haris - Sani di Pilgub Jambi 2024
"Kalau saya berpendapat siapa yang mengatakan itu mirip rumah
adat? Saya melihat kreatifitas pengrajin ini. Tanpa menyudutkan siapa pun, tapi
bisa menambah penghasilan dimasa pandemi covid 19 ini. Kalau banyak yang kreatif
seperti ini maka makin maju kita," kata Orba S Manik melalui pesan WA.
Diakui Orba, anggaran untuk pembelian kandang ayam itu adalah dari uang pribadi Bapak Bupati
Pakpak Bharat.
"Ya betul karena indah dan unik kelihatanya dan langsung dibeli
beliau. Memang pada tahun 2018 Dinas Koprasi
UMKM mengadakan pelatihan pengerajin kayu yang dilatih langsung dari Bali dan mungkin
inilah hasilnya, mulai kelihatan," tambahnya.
Ditanya lebih lanjut tentang motivasi peletakan kandang ayam
tersebut tepat didepan Kantor Bupati, Orba mengirimkan sebuah foto dan
mengatakan, "Ini pak didepan pusdiklat taruna imigrasi Jakarta yang juga berisi Ayam. Waktu saya tanya kenapa
demikian, jawabnya simpel pak, agar
Taruna ini bangun sesuai jadwal, sebab ayam berkokok tandanya kita harus sudah
berkemas untuk kuliah," sebut Orba.
Namun dia tidak menjelaskan maksud tujuan peletakan kandang
ayam tersebut didepan kantor Bupati,
apakah untuk berkokok mengingatkan para PNS untuk rajin ke kantor atau apa.
Terpisah, tokoh Adat Pakpak Bharat Ahmad Padang mengomentari pajangan kandang
ayam tersebut mengatakan mestinya para pemangku kepentingan menjelaskan akan
maksud dan tujuan kandang ayam dipajang didepan kantor Bupati.
"Biar jangan menjadi bahan pertanyaan seyogianya
pemangku kepentingan menjelaskan akan
maksud peletakan kandang tersebut,
jangan sampai masyarakat melihat dari sudut pandang yang negatif tentu tidak
baik," imbuhnya.
Senada dengan Ahmad Lister Berutu, Dosen Antropologi Universitas
Sumatera Utara (USU) itu mengatakan, "Dimana-mana setahu saya, miniatur rumah
adat dijadikan barang bernilai tinggi dan mahal. Misalnya sebagai koleksi, cendera mata untuk tamu penting, pajangan indah di ruang
tamu, bukan sebagai kandang ayam,"
pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kabag Umum Pakpak Bharat Radumen Bancin,
ketika ditanya maksud peletakan kandang ayam tersebut dijawab singkat.
"Terkait pandangan, saya rasa sudah tercover diberita
kita di website pemkab," jawabanya. (tum)