Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 45 MW di Kabupaten Pakpak Barat.
MARTABAT menilai proyek ini memiliki arti strategis dalam menopang pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Karo–Dairi–Pakpak Bharat (Kardaiba) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara.
Baca Juga:
Hak Jawab H.Patang Atas Berita: Kelompok Tani Jubek CS Minta Polda Jambi Usut mafia Tanah Sungai Toman Laudi DKK
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa keberhasilan KEK Kardaiba sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dasar, khususnya energi listrik yang andal dan berkelanjutan.
“KEK Kardaiba dirancang untuk mendorong industri, pertanian modern, dan pariwisata. Semua sektor itu tidak akan bergerak tanpa dukungan listrik yang cukup dan stabil. PLTA Pakpak Barat menjadi elemen penting dalam ekosistem kawasan ini,” ujar Tohom, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan listrik di Sumatera Utara adalah konsekuensi logis dari transformasi ekonomi kawasan.
Baca Juga:
Penyidikan Laka Lantas Naik Tahap, Pengemudi Jalani Observasi Kejiwaan di RSJ Jambi
Ia menilai PLTA Pakpak Barat tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai pemicu lahirnya aktivitas ekonomi baru di wilayah Kardaiba.
“Ketika listrik tersedia, maka investasi akan masuk, industri pengolahan tumbuh, dan nilai tambah ekonomi bisa dinikmati langsung oleh masyarakat lokal,” katanya.
Tohom menyebutkan bahwa pembangunan KEK Kardaiba harus membawa dampak sosial yang nyata, bukan hanya pertumbuhan angka investasi.
Ia menilai keberadaan infrastruktur energi akan membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah di kawasan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.
“KEK tidak boleh eksklusif. Ia harus menjadi mesin pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa KEK Kardaiba merupakan contoh penting pembangunan berbasis aglomerasi wilayah.
Menurutnya, keterhubungan ekonomi antar kabupaten hanya akan efektif jika ditopang oleh pasokan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Tanpa energi yang kuat, aglomerasi hanya menjadi konsep di atas kertas. Listrik adalah perekat utama antarwilayah dalam KEK Kardaiba,” ujar Tohom.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan energi bersih melalui PLTA Pakpak Barat sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang berwawasan lingkungan.
Hal ini dinilai penting agar KEK Kardaiba tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga tahan terhadap tantangan ekonomi dan ekologis di masa depan.
“KEK Kardaiba harus dibangun sebagai kawasan ekonomi yang modern, hijau, dan berdaya saing. PLTA ini adalah fondasi menuju ke sana,” pungkasnya.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap penguatan infrastruktur energi di Pakpak Barat dapat menjadi katalis bagi percepatan KEK Kardaiba, sehingga kawasan ini benar-benar berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang inklusif dan berkelanjutan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]