Tohom juga menilai rencana groundbreaking proyek Unilever Global pada Agustus 2026 perlu menjadi penanda bahwa Indonesia semakin serius menjadi tujuan investasi manufaktur bernilai tambah.
“Groundbreaking ini jangan berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi awal dari ekosistem industri yang produktif, berkelanjutan, dan membuka masa depan baru bagi tenaga kerja Indonesia,” katanya.
Baca Juga:
Potensi Investasi KEK Capai Rp846 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Harus Siap Eksekusi
Ia mengatakan MARTABAT Prabowo-Gibran mendukung langkah pemerintah memperkuat KEK sebagai instrumen pemerataan ekonomi nasional.
“Jika KEK dikelola visioner, maka investasi global akan menjadi jalan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan mempercepat kesejahteraan rakyat,” tutup Tohom.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]