Kemudian, serat yang sudah kering disambung dengan tangan
menggunakan teknik sambung tenun.
Selanjutnya, pemaletan dengan menggulung benang dari bentuk
untaian menjadi bentuk bobin pakan atau palet.
Baca Juga:
Berhasil Dibina, IKM Furnitur Jogja Tembus Pasar Eropa
Dan hasilnya, serat daun nanas yang sudah menjadi benang
bisa dijadikan benang pakan pada proses pertenunan.
Namun, untuk kebutuhan produksi yang dilakoni, kini dirinya
telah menggunakan mesin dekortikator yang memiliki keunggulan ekstraksi, dimana
kapasitas produksi serat lebih banyak, yakni 3-4 kg per hari.
Baca Juga:
Kemenperin Fasilitasi Delapan IKM Tampil di Inacraft 2026, Dorong Ekspansi Pasar Kerajinan Nasional
Demikian halnya dengan pemanfaatan limbah yang
lebih optimal, mesin portable, serta bisa digunakan untuk mengekstraksi serat
alam lainnya. (antaranews/tum)