SUMUT.WAHANANEWS.CO – Sudah genap 215 hari Kombespol Jean Calvijn Simanjuntak duduk nyaman di kursi Kapolrestabes Medan. Dulu dia berteriak lantang, akan memburu habis, membumihanguskan kartel narkoba Jermal 15 beserta bosnya. Bahkan beberapa bulan lalu, pasukannya digerakkan habis-habisan: gerebek sana-sini terus menerus lebih dari seminggu penuh, heboh di media, tampil di kamera, seolah mau membereskan semuanya sampai ke akar-akarnya.
Tapi apa hasilnya? KOSONG TOTAL!
Baca Juga:
Pemko Binjai Hadiri Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Kampung-kampung kecil digerebek, pengedar kelas cacing ditangkap, barang bukti seadanya disita, lalu dipamerkan ke publik seolah sukses besar. Sementara sasaran utamanya? Kartel Jermal 15 dan sang bosnya? Masih berkuasa, masih santai, masih jadi raja di wilayahnya sendiri. Bahkan kabar panasnya: beberapa bulan lagi diduga Kombespol Jean akan pindah tugas, meninggalkan Medan sebelum janji besarnya selesai ditepati. Dia mau pergi begitu saja, meninggalkan masalah besar yang dia sendiri yang buat janjinya?
Fakta memalukan ini membuat Praktisi Hukum Eka Putra ZN meledak dengan kritik yang paling tajam, paling pedas, dan tak ada ampun sama sekali. Dia tak ragu menuding apa yang dilakukan Kapolrestabes Medan selama ini adalah sandiwara murahan, pencitraan busuk, dan pelarian dari tanggung jawab!
“215 hari dia menjabat! Punya waktu berbulan-bulan, pernah mengerahkan pasukan gerebek berturut-turut lebih dari tujuh hari! Kalau mau serius, dalam 3 hari saja Jermal 15 sudah rata dengan tanah! Tapi apa kenyataannya? Yang ditangkap cuma anak buah kecil, pengedar eceran, yang tak punya kuasa. Yang besar, yang jadi otak, yang dia sendiri janjikan akan diburu? dibiarkan aman sentosa! Itu namanya bukan kerja, itu namanya main main dengan hukum dan perasaan rakyat!,” seru Eka dengan suara meninggi, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga:
Polrestabes Medan Ungkap Kasus Narkoba dan Pelaku Kejahatan Jalanan
Eka menyatakan keras bahwa operasi gerebek seminggu penuh dulu itu murni aksi pencitraan saja! Cuma mau terlihat sibuk, terlihat kerja keras di depan kamera, biar dibilang berprestasi, padahal hati kecilnya tidak berani atau tidak mau menyentuh Jermal 15.
“Semua orang tahu! Jermal 15 itu lokasinya jelas, orangnya dikenal, jalurnya terang benderang. Jelas sekali kartel itu diduga sudah dilindungi, sudah diamankan sudah dijanjikan keselamatannya! Kombespol Jean ini bukan penegak hukum, dia cuma aktor kelas dua yang pandai berpidato tapi tak punya nyali!” tuding Eka tanpa ragu.
Kabar bahwa Kombespol Jean akan segera pindah tugas dalam waktu dekat membuat kemarahan Eka makin memuncak. Dia menyebut langkah ini sebagai lari dari tanggungjawab!.