WahanaNews-Sumut | Usai menjalani pemeriksaan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga melibatkan Bupati Langkat Terbit Rencana PA. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Unit Sat Reskrim Polres Binjai, rencananya akan membawa ke 7 orang yang diamankan KPK, termasuk Bupati Langkat.
Sekitar 4 jam menjalani proses pemeriksaan di ruang Unit Sat Reskrim Polres Binjai, akhirnya Bupati Langkat keluar dengan pengawalan ketat dari petugas Brimob.
Baca Juga:
PKS Sei Mangkei Konsestensi dalam menjalanknan Sistem Roundtable Sistenanable Palm Oil ( RSPO) dan Perketat Mutu TBS Pemasok Pihak 3 dari Segala Lini
Bupati yang dibawa kedalam mobil KPK sudah menggunakan celana panjang wana hitam. Juga mengenakan kaos warna hijau. Tak satupun pihak penyidik memberi komentar terkait dibawanya Bupati.
Namun Kepala Bagian Hukum Pemkab Langkat A Tarigan yang saat diwawancarai wartawan, mengakui, jika Bupati langsung dibawa menuju Jakarta (Gedung KPK)
"Tadi sempat saya tanya kepada tim, katanya langsung dibawa ke Jakarta," kata dia.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap: Jaket Ojol Rp300 Ribu Jadi Alat 'Viral' Tiga WNA di Bali
Terkait langkah hukum yang akan diambil Pemkab Langkat, diakui dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan.
Dirinya juga mengakui, tidak mengetahii persis siapa saja yang diamankan tim KPK. Namun dirinya memastikan, cuma sejauh ini Bupati saja yang dibawa. "Gak tahu siapa saja yang dibawa. Cuma Pak Bupati saja yang dibawa. Kita koordinasi dulu ke atasan kita terkait langkah yang akan diambil," tegas dia.
Berita sebelumnya, Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin turut ke Jakarta saat ini usai dirinya ditangkap diduga saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Selain Terbit, KPK juga berhasil menangkap pejabat Pemkab Langkat dan aparatur sipil negara (ASN).