“Reboisasi, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta regulasi yang jelas mengenai aktivitas manusia di sekitar danau sangat penting. Kita tidak bisa hanya mengandalkan otorita, tetapi perlu partisipasi semua pihak,” katanya.
Perubahan iklim, sambungnya, turut memperburuk situasi.
Baca Juga:
Tol Kutepat Kantongi SLFO Bintang 5, MARTABAT Prabowo-Gibran Apresiasi Lompatan Infrastruktur Danau Toba
Peningkatan suhu global dan curah hujan yang ekstrem dapat memicu pertumbuhan sianobakteri yang merusak kualitas air danau.
“Kita perlu memastikan bahwa mitigasi perubahan iklim masuk dalam strategi perlindungan Danau Toba. Hal ini erat relevansinya dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada danau ini,” ujarnya.
MARTABAT Prabowo-Gibran berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan perlindungan lingkungan, khususnya dalam menjaga Danau Toba sebagai aset nasional yang bernilai tinggi.
Baca Juga:
Dialog Mahasiswa dan BPODT Jadi Momentum Baru, MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Akselerasi Danau Toba
“Pemerintah harus segera bertindak, jangan sampai kita kehilangan salah satu keajaiban alam Indonesia karena kelalaian kita sendiri,” tutup Tohom.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]