“Reboisasi, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta regulasi yang jelas mengenai aktivitas manusia di sekitar danau sangat penting. Kita tidak bisa hanya mengandalkan otorita, tetapi perlu partisipasi semua pihak,” katanya.
Perubahan iklim, sambungnya, turut memperburuk situasi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Desak Kepala Daerah Tiru Respons Cepat Walikota Langsa Tangani PJU Padam Demi Keamanan Masyarakat
Peningkatan suhu global dan curah hujan yang ekstrem dapat memicu pertumbuhan sianobakteri yang merusak kualitas air danau.
“Kita perlu memastikan bahwa mitigasi perubahan iklim masuk dalam strategi perlindungan Danau Toba. Hal ini erat relevansinya dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada danau ini,” ujarnya.
MARTABAT Prabowo-Gibran berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan perlindungan lingkungan, khususnya dalam menjaga Danau Toba sebagai aset nasional yang bernilai tinggi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN UID Jakarta Raya yang Sukses Jaga Keandalan Listrik Salat Idul Fitri 1446 H di Masjid Istiqlal
“Pemerintah harus segera bertindak, jangan sampai kita kehilangan salah satu keajaiban alam Indonesia karena kelalaian kita sendiri,” tutup Tohom.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]