SUMUT.WAHANANEWS.CO – Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, menjadi narasumber Kuliah Umum dalam rangka Peringatan Milad ke-69 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Kota Medan. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UMSU dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, mahasiswa, dan tokoh Muhammadiyah, sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara sektor energi dan dunia pendidikan dalam menjawab tantangan global serta mempercepat transisi energi nasional.
Energi Sebagai Isu Strategis di Tengah Ketidakpastian Global
Baca Juga:
Perkuat Literasi Energi Nasional, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Journalist Awards 2025
Dalam paparannya, Arsyadany menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, kebijakan ekonomi global dihadapkan pada ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, kelangkaan energi, perang dagang, hingga kekhawatiran resesi global. Situasi ini menempatkan sektor energi sebagai faktor penentu stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.
"Di tengah dinamika global tersebut, kita masih memiliki tantangan pemerataan akses listrik. PLN telah memetakan sebanyak 10.068 klaster atau titik lokasi yang belum terlistriki di seluruh Indonesia sebagai dasar penyusunan Roadmap Listrik Desa. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," jelas Arsyadany.
Tiga Landasan Utama Transisi Energi Nasional
Baca Juga:
Raih Dua Penghargaan ITAY 2026, ALPERKLINAS Sebut PLN Enjiniring Kian Kokohkan Keandalan Listrik Nasional
Direktur Distribusi PLN menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi nasional bertumpu pada tiga landasan utama, yaitu kepemimpinan (leadership), teknologi (technology), dan kebijakan (policy). Ketiganya harus berjalan selaras melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari regulator, operator industri, akademisi, hingga mahasiswa sebagai agen perubahan.

"Universitas memiliki peran penting sebagai pusat inovasi dan pencetak talenta energi masa depan. Generasi muda harus siap menghadirkan solusi energi yang efisien, berkeadilan, dan ramah lingkungan untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 Indonesia," tambahnya.
PLN Serahkan SPKLU sebagai Wujud Dukungan Transisi Energi
Sebagai wujud nyata dalam mendukung electrifying lifestyle dan percepatan ekosistem kendaraan listrik, PLN menyerahkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan kampus UMSU. Kehadiran SPKLU diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus living laboratory bagi mahasiswa untuk memahami teknologi energi bersih dan rendah emisi secara langsung.
Rektor UMSU, Agussani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan PLN dalam acara Milad ke-69 UMSU. "Kehadiran Direktur Distribusi PLN merupakan kehormatan bagi kami. Sinergi dengan PLN membuka ruang kolaborasi riset, inovasi, serta penguatan literasi energi bagi mahasiswa dan dosen di UMSU," ujarnya.
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Sebagai Strategi Jangka Panjang
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, yang turut mendampingi kegiatan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam memperkuat fondasi transisi energi di daerah.
"PLN UID Sumatera Utara memandang kolaborasi dengan UMSU sebagai investasi intelektual dan moral untuk masa depan energi di Sumatera Utara. Kampus bukan hanya mitra edukasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya energi bersih dan berkelanjutan," ujar Mundhakir.

Ia menambahkan, penempatan SPKLU di kampus menjadi simbol transformasi sistem distribusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi rendah emisi. "Transisi energi bukan sekadar perubahan sumber energi, tetapi perubahan paradigma. PLN hadir tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga memastikan energi tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan," tegasnya.
Melalui momentum Milad ke-69 UMSU, PLN berharap kolaborasi antara industri dan pendidikan semakin kokoh, sehingga tercipta ekosistem inovasi yang mampu menjawab tantangan global sekaligus mempercepat terwujudnya visi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.
[Redaktur:Dedi]