Sumut.WAHANANEWS.CO - Banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga memukul sistem kelistrikan PLN hingga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan menghadang laju petugas yang berupaya menembus medan ekstrem untuk melakukan penanganan cepat.
Dampak kerusakan ini membuat sebagian besar wilayah di Tapanuli Tengah dan Sibolga mengalami pemadaman luas pada Selasa (25/11/2025).
Baca Juga:
Pasca Banjir Bandang dan Longsor, Tapteng Krisis Air Bersih dan Kebutuhan Pokok Rumah Tangga
Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, menjelaskan bahwa sejumlah gardu hubung tergenang banjir, beberapa tiang distribusi patah, dan jaringan listrik di berbagai titik tertutup material longsor, sementara akses jalan banyak yang terputus sehingga perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Sejumlah gardu hubung tergenang banjir, beberapa tiang distribusi patah, serta jaringan listrik di sejumlah lokasi mengalami gangguan akibat material longsor. Selain kerusakan pada aset kelistrikan, akses jalan menuju titik terdampak banyak yang tertutup genangan dan timbunan, sehingga proses perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh," terangnya, dikutip Sabtu (29/11/2025).
PLN segera mengaktifkan status Siaga Kelistrikan dan menurunkan tim ke titik-titik terdampak untuk melakukan asesmen lapangan, isolasi jaringan, serta penanganan awal pada area yang dinilai aman meski banyak jalur masih terhalang banjir dan longsor.
Baca Juga:
Ketum PTSBS Arnod Sihite Serukan Kepedulian untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut, Ajak Masyarakat Bersatu Bantu Pemerintah
Bachtiar kembali menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan bahwa beberapa titik belum bisa dijangkau.
"Tim kami sudah bergerak menuju beberapa titik gangguan. Namun terdapat lokasi yang masih tergenang dan tidak dapat dilalui. Demi keselamatan petugas dan masyarakat, perbaikan baru dapat dilakukan setelah kondisi benar-benar memungkinkan."
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menyoroti pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak.
"Banjir dan longsor yang terjadi di Tapanuli Tengah dan Sibolga membutuhkan kewaspadaan penuh. PLN memastikan seluruh penanganan dilakukan secara terukur, mengutamakan keselamatan masyarakat dan pekerja, serta mengikuti standar operasi keselamatan yang ketat sebelum memulihkan jaringan," tuturnya.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik selama bencana berlangsung.
Di antaranya menghindari peralatan listrik yang basah atau terendam, tidak mendekati tiang maupun gardu yang berada dalam genangan, serta melapor melalui PLN Mobile atau Contact Center 123 apabila menemukan kondisi jaringan yang membahayakan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]