WahanaNews.co I Rumah Kopi Pardosir berada di simpang
perkantoran DPRD dan Dinas pemkab Samosir, Desa Siopat Sosor Kecamatan
Panggururan, dikelola Marulam Sinaga (48) thn.
Baca Juga:
Penganiayaan di Samosir Buka Kembali, Korban Sebut Perdamaian Terjadi Dalam Kondisi Tidak Stabil
Dikatakan Marulam, usahanya ini sudah selama 2 tahun. Bertujuan
guna membuat semangat para kawula muda membuka usaha warung kopi dan
peningkatan pelayanan pada penikmat kopi, serta mempromosikan kopi dari
Samosir.
"Saya sebelum membuka usaha ini, tahun 2007 sudah
menanam kopinya. Baru tahun 2017 kita mulai melakukan pengolahan. Beberapa kali
mendapat pelatihan dari kementerian pertanian dan pemerintah daerah. Dalam
pelatihan tersebut kita diajarkan cara menanam kopi dan peluang bisnis kopi
kedepannya," ucap Marulam Sinaga pemilik Rumah kopi Pardosir.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
Menurut Marulam, mutu kopi Samosir tidak kalah dengan mutu
kopi didaerah lain yang ada di Indonesia. Jika serius dalam pertanian dan
pengelolaan kopi sangat membantu perekonomian dan juga untuk pendidikan anak
anak, dimana harga kopi saat ini sangat menjanjikan.
"Kabupaten kita punya misi memajukan pariwisata dan
pertaniannya. Nah pariwisata dan pertanian boleh kita gabung kan dengan program
agrowisatanya. Hasil biji kopi yang baik dapat kita kelola, kita dapat jual
berupa biji dan bubuk. Dijaman digital ini, kita dapat promosikan sendiri hasil
pertanian kita dan usaha warung kopi yang kita buka," kata Marulam Sinaga.
Warung kopi pardosir miliknya menyediakan beberapa menu kopi
yang dipelajari sendiri, serta didapat dari beberapa pelatihan yang dilakukan
pemerintah pusat dan daerah.
"Secara pribadi saya harapkan kepada para kawula
muda, ayo bisnis kopi dan buka usaha kopi, dimana bisnis kopi dapat
meningkatkan ekonomi kreatif bagi petani kopi dan juga penambah penghasilan
usaha kita. Dengan membuka usaha kopi, kita juga dapat meningkatkan pariwisata
di Samosir," ucap Marulam. (tum)