Tohom menilai kesiapan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara semakin siap menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga nasional.
Ia juga menilai kebijakan PSSI yang mendorong pemerataan penyelenggaraan event internasional merupakan langkah visioner dalam pengembangan sepak bola nasional.
Baca Juga:
Kekerasan pada Wasit di Indonesia Makin Brutal, Yoshimi Ogawa: Wasit Juga Manusia!
“Selama ini event besar cenderung terpusat di Pulau Jawa. Ketika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah, ini menunjukkan adanya perubahan paradigma pembangunan olahraga yang lebih inklusif dan merata,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran turnamen internasional ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas wilayah serta mempercepat pembangunan kawasan strategis di luar Jawa.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa event olahraga internasional seperti Piala AFF U-19 dapat menjadi pemicu percepatan integrasi kawasan Metropolitan Mebidang sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
Baca Juga:
PSSI Dorong Jurnalis Sepak Bola Perkuat Literasi Publik Lewat Pemberitaan Berkualitas
“Momentum ini harus dimanfaatkan secara strategis. Infrastruktur, transportasi, hingga tata kota di kawasan Mebidang harus dipersiapkan dengan visi jangka panjang agar manfaatnya tidak hanya dirasakan saat turnamen berlangsung, tetapi juga untuk pembangunan wilayah ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, jika dikelola secara serius, penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 dapat memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi olahraga internasional sekaligus meningkatkan investasi di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri olahraga.
Tohom pun berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, PSSI, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memastikan penyelenggaraan turnamen berjalan sukses serta memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan daerah.