Oleh : Pirma Simbolon Wakil Ketua Harian Pengurus Pusat Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia 2017 - 2022
WahanaNews-Sunut | Pada dekade terakhir, ada sebuah fenomena yang menarik dari perkumpulan orang-orang batak khusus perkumpulan induk marga tertentu dengan cakupan yang tidak tanggung-tanggung bukan hanya cakupan nasional dengan sebutan Indonesia bahkan Dunia.
Baca Juga:
Sambangi Kabupaten Samosir, Wamen PU Minta Pemkab Rawat Infrastruktur Objek Wista
Hebatnya lagi, ternyata bukan hanya perkumpulan marga marga yang bermunculan, namun juga fenomena munculnya organisasi baru yang bernuansa etnis batak dalam sebuah komunitas Etnis Batak.
Beberapa diantara, sebut saja, Pemuda Batak Bersatu (PBB), Komite Masyarakat Danau Toba Toba (KMDT), Forum Batak Intelektual (FBI), Gema Batak Nusantara (GBN), Batak Bersatu Sedunia (BBS), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Horas Bangso Batak (HBB). Mungkin masih banyak lagi. Ormas yang relatif masih sangat baru adalah PBB, KMDT dan FBI.
Apakah makna fenomena itu merupakan bangkitnya semangat baru masyarakat batak terhadap politik atau hanya sekedar timbulnya keinginan berserikat atau wujud kecintaan sesama saudara etnis batak? Butuh penelitian lebih lanjut.
Baca Juga:
Viral Video Orang Batak dari Jerman, Kecam Jalan Sideak Rusak Akibat Proyek Konstruksi di Samosir
Mengapa Membentuk Komunitas Marga Atau Ormas?
Merujuk pada pengertian komunitas McMillan dan Chavis (1986) bahwa komunitas merupakan kumpulan dari para anggotanya yang memiliki rasa saling memiliki, terikat diantara satu dan lainnya dan percaya bahwa kebutuhan para anggota akan terpenuhi selama para anggota berkomitmen untuk terus bersama-sama. Dari pengertian ini dapat dipahami alasan orang membentuk komunitas, salah satunya adalah adanya rasa saling memiliki untuk tujuan yang sama.
Kali ini, saya tidak bermaksud mau mengulas semua fenomena sebagaimana disebutkan diatas, melainkan hanya mengulas satu perkumpulan marga saja yaitu PSBI.