WahanaNews.co | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif yang diwakili Ibu Rita Dwi Kartika Utami koordinator Edukasi 1 Direktorat pengembangan SDM Ekonomi kreatif, membuka kegiatan Bimbingan Teknis Digital Marketing bagi pelaku Ekonomi Kreatif.Kegiatan Bimtek dilaksanakan di desa Lumban Suhi Suhi Toruan diperkampungan ulos kecamatan Panggururan Kabupaten Samosir.Kegiaatan Bimtek yang dilaksanakan Sabtu 10 April 2021, yang diikuti 100 peserta dari berbagai komunitas pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Samosir.Pelaksanaan Bimtek tetap mengikuti protokol kesehatan, dimana peserta dan Narasumber sebelum mengikuti kegiaatan terlebih dahulu di Swab Test Antigen guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Serta tetap jaga jarak dan memakai maskerDalam kegiatan Bimtek menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Ibu Dwi Sartika Bukit yang membawakan materi Photography Product Using Simple Equipment danbapak M. Hafidullah yang membawakan materi Mendesain Storynomics untuk destinasi super prioritas."Kegiataan Bimtek ini kita lakukan, agar kiranya masyarakat semakin kreatif dalam menjual serta mempromosikan produk usahanya. Harapan kita kedepannya para pelaku ekonomi kreatif semakin maju dan dapat meningkatkan ekonomi," ucap Rita Dwi kartika dalam kata sambutannya ketika membuka acara kegiatan Bimtek.Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Danau Toba merupakan salah satu kawasan super prioritas pembangunan nasional dan juga sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Demikian juga halnya bahwa kepariwisataan identik dengan ketersediaan souvenir atau oleh oleh khas suatu daerah.Para pengunjung/wisatawan pada umumnya sudah merencanakan apa yang akan mereka beli atau bawa sebagai oleh oleh dari tempat mereka berkunjung/berwisata (what to bring).Oleh sebab itu masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata secara tidak langsung dituntut untuk menyediakan souvenir sebagai oleh - oleh khas daerah bagi para pengunjung atau para pencinta produk khas daerah. Seiring masa kini kita masih dalam masa pandemi Covid-19, tingkat kunjungan wisata otomatis menurun drastis, tentu masyarakat para pelaku ekonomi kreatif tidak mungkin pasrah begitu saja tidak berkarya.Produktifitas dan promosi usaha wajib tetap dilaksanakan, salah satunya dengan cara promosi berbasis on line" Ucap Ningar Sinaga Sekretaris Dinas pariwisata Kabupaten Samosir kepada Awak media wahananews.coLebih Lanjut Ningar menjelaskan bahwa 1Sebagaimana kita ketahui masih banyak usaha industri/ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir terutama para pelaku UMKM masih banyak yang dipasarkan secara offline/konvensional/manual, dalam arti menunggu pembeli berkunjung ke sentra atau usaha perorangan.Tentu hal ini merupakan faktor pemicu minimnya produktifitas hasil karya para perajin/pengusaha.Jika tingkat penjualan produk produk tersebut rendah akan membuat para pelaku UMKM menjadi kurang bergairah untuk berproduksi.Dengan adanya kegiatan bimtek digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif harapan kita Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata kepada para peserta bahwa seluruh usaha para pelaku ekonomi kreatif dapat di promosikan/dipasarkan ke dunia luar lewat media sosial yang tersedia seperti google bisnis, instagram, whatsapp bisnis, facebook, youtube, line dan sejenis lainnya.Ada 16 jenis sub sektor ekonomi kreatif : kuliner, fashion, kriya/ukiran, TV dan radio, penerbitan dan percetakan, arsitektur, aplikasi dan games developer, periklanan, musik, fotografi, film, animasi, video, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, dan desain komunikasi visual. Sementara produk handicraft/kerajinan masih mendominasi di Kabupaten Samosir seperti: tenun, ulos, produk diversifikasi tenun, anyaman pandan, eceng gondok, ukiran kayu, kerajinan bambu dan usaha sablon serta usaha kuliner khas Samosir seperti Kopi Samosir, Kacang Rondam, Mie Gomak."Nah, dalam pelatihan ini para peserta dibekali dengan teknik digital marketing untuk promosi/pemasaran produk-produk yang sedang mereka usahakan, bagaimana teknik pemotretan gambar produk semenarik mungkin, sehingga akan menarik minat para buyer untuk membeli produk tersebut.Dalam hal ini kehadiran pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Krearif/Badan Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif RI sangat diharapkan untuk dapat menyentuh para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir." ucap Sekretaris Dinas pariwisata Samosir Ningar Sinaga dengan semangat menjawab pertanyaan Awak media Wahananews.coMenutup penjelasannya pada Awak media Sekretaris dinas juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian yang serius dalam hal ini, dan berharap kiranya pasca pelatihan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir melaui Dinas Pariwisata dan stakeholder terkait akan tetap memonitor dan memantau serta menindaklanjuti pelatihan ini, agar apa yang menjadi tujuan utama untuk peningkatan perekonomian keluarga, masyarakat dan kabupaten dapat tercapai.Beliau juga punya Harapan kedepannya kepada pihak Kementerian Pariwisata, masih banyak sub sektor ekonomi kreatif lainnya yang perlu mendapat sentuhan atau pelatihan agar seluruh sub sektor ekonomi kreatif tersebut dapat sejajar dengan pelatihan yang sedang terselenggara saat ini.kerjasama kemenpar dan dinas pariwisata, dan kades peranpenproduk2 seharii dilatih selama 2 harikearifan lokal ada didaerah ini."Harapan kita dengan bimtek ini, kualitas SDM masyarakat kita meningkat, masyarakatmampu menjual produk mereka secara online, dimana pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan mereka.Kita juga berharap dari kegiatan ini berkelanjutan, adanya evaluasi dari pemkab ke depan, adanya evaluasi dari kementerian. Sehingga kemajuan masyarakat bisa terpantau. Dan nanti nya Ketika mampu menjual hasil produknya diharapkan juga akan mampu meningkatkan produksi, dimana hasil penjualannya akan menambah keuntungan yang lebih dari menjual secara Manual Dimana menjual produk secara Online juga dapat di gunakan untuk meningkatkan produksi." Ucap Raja Sondang Simarmata, Kepala desa Lumban Suhi Suhi Toruan yang juga salah satu pelaku ekonomi kreatif di kabupaten Samosir."Kami sangat berterima kasih kepada Kemenparekraf dan juga dinas pariwisata kabupaten Samosir dan pemerintah desa Lumban suhi Toruan, dimana kami sebagai pelaku ekonomi kreatif dapat pelatihan Bimbingan teknis Digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif.Dimana kami selama ini menjual produk hanya offline dan online di Facebook, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini wawasan dan pengetahuan kami tentang digital marketing mulai terbuka, kami sebagai pelaku ekonomi kreatif berharap tidak sampai disini aja pelatihannya, kalau boleh kami bermohon lagi ke Kemenparekraf agar pelatihan yang serupa diadakan lagi dan kami pelaku ekonomi kreatif yg ada di desa Lbn suhi boleh di dampingi agar kami bisa menjual produk kami melalui online.Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya ke Kemenparekraf. Salamsatu cangkir sampai jumpa di Samosir " Ucap Banggas Manurung pemilik Usaha Alusi Coffee yang turut menjadi pesertaKegiatatan Ditutup Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandingan dilanjutkan pembagian sertifikat buat peserta dan diakhiri dengan acara hiburan dan photo bersama."Bagi yang muda muda dan pelaku ekonomi kreatif, Mari manfaatkan kegiaatan BIMTEK ini, Dimana dengan pelatihan BIMTEK ini akan sangat berguna dimana kita tidak menjual nya secara manual namun lebih beruntung dengan menjual secara tehnologi hasil produk nya dan lebih dapat menambah pengetahuan dengan membuka google dan Youtube dan kita minta nanti nya agar pihak kementerian mau memberikan pelajaran melalui pembelajaran secara on line guna menambah pengetahuan," ucap Kepala dinas pariwisata Samosir. (JP)