WahanaNews.co | Warga Dusun 3, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Samosir, digemparkan dengan adanya isu tuduhan memelihara begu ganjang kepada salah seorang warga oleh warga lainnya, sehingga suasana di perkampungan itu sempat tidak kondusif.Untuk menjaga kondusifitas desa tersebut, pada Kamis, (04/02/2021) pihak TNI-Polri dan pihak pemangku kepentingan lainnya menggelar mediasi antara warga yang saling tuduh.Diantara yang hadir dalam mediasi tersebut Koptu J Saragih (Koramil 04 Harian Boho), Brigadir Ardi (Polsek Harian), Roberthon Manik (Camat Harian), Kepala Desa Hariara Pintu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Ketua BPD Desa Hariara Pintu Karman Simbolon.Brigadir Ardi mencoba menetralisir tuduhan dan perdebatan itu. Ia memberikan pengertian kepada masyarakat, bahwa isu begu ganjang adalah isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan dan juga tidak dapat diproses secara hukum.Ia menyarankan keluarga boru Simbolon dan Situmorang berdamai dengan membuat surat pernyataan. Namun sangat disesalkan kedua belah pihak saling berkeras tidak mau berdamai.Kepala desa Hariara Pintu Hannes Sihotang Menjelaskan akan misteri begu ganjang dimana seseorang yang mengalami sakit, namun penyakit tersebut tidak dapat di diagnosa oleh medis."Saya mengharapkan agar kiranya masyarakat harus hati-hati dan jangan Terlalu gegabah menuduh sesorang itu memelihara begu ganjang. Yang namanya begu ganjang, hanya pengistilahan saja, sejatinya itu roh yang dipuja, yang bisa dikendalikan oleh seseorang untuk tujuan tertentu" ucap kepala desa Hariara Pintu.Lebih lanjut Kepala Desa Hariara Pintu menjelaskan isu misteri begu ganjang ini tidak perlu diperpanjang lagi, karna bagaimanapun isu seperti ini tidak akan bisa dibuktikan dengan logika.Untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan Kepala desa Hariara pintu Hannes Sihotang juga mengajak Pihak TNI-Polri untuk segera menyelesaikan persoalan ini dan berharap agar warga yang mempermasalahkan isu begu ganjang ini segera berdamai.Kopda Bobi Sinaga, mendukung penuh langkah Kepala Desa Hariara Pintu, yang berupaya mengajak mediasi terhadap warganya yang saling tuding terkait isu 'begu ganjang'. (JP)