SUMUT.WAHANANEWS.CO – Di balik hiruk pikuk di Kantor Samsat Jalan Skip Medan yang ramai, tersimpan sebuah kisah pilu yang menusuk hati. Pendeta berinisial MS, seorang gembala umat yang dikenal karena kesederhanaan dan ketulusannya, kini terbaring lemah. Bukan karena penyakit biasa, melainkan karena stroke yang menyerangnya usai menjadi korban penipuan calo di Samsat.
Pendeta MS, yang sehari-hari mengabdikan diri untuk melayani jemaat dan membantu sesama, memiliki niat mulia untuk memperpanjang STNK dan balik nama kendaraannya. Dengan tabungan hasil jerih payahnya, ia mendatangi Samsat Jalan Skip. Di sana, ia bertemu dengan seorang calo yang menawarkan jasa dengan iming-iming kemudahan dan kecepatan. Tanpa curiga, Pendeta MS menyerahkan uang 4 juta Rupiah, BPKB, dan STNK miliknya.
Baca Juga:
Terlibat Calo Penerimaan Polri, Polda Sulteng Pecat Satu Oknum Polisi
Menurut pengakuan paman korban berinisial JS, saat itu di sekitar bulan delapan tahun 2025 lalu, MS datang ke Samsat berencana untuk balik nama dan memperpanjang STNK mobil yang telah dibelinya.
"Jadi ia datang ke kantor Samsat di Jalan Skip, ia didatangi seorang calo berinisial A berdalih untuk membantu pengurusan balik nama dan perpanjangan STNK nya, saat itu uangnya kurang dan dikembalikan lagi oleh calo itu," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Kemudian JS menjelaskan sekitar bulan sembilan akhir pendeta tersebut kembali bertemu dengan calo tersebut di sekitar kantor Samsat, lalu terjadi lah penyerahan uang sekitar Rp 4 jutaan serta BPKB dan STNK nya.
Baca Juga:
Sindikat Uang Palsu Banten-Jabar Ditangkap Polisi, Rp186 Juta Disita
"Usai diserahkan, mereka lalu pulang, setelah beberapa Minggu korban menghubungi calo tersebut, terkejut nya pendeta itu nomor yang dihubungi tidak aktif, semua keluarga pun mencoba untuk menghubungi nya namun juga tidak berhasil," jelasnya.
Senyum yang diharapkan tak kunjung datang. Calo tersebut menghilang, meninggalkan Pendeta MS dalam kebingungan dan kepanikan. Uang hasil menabung bertahun-tahun lenyap begitu saja, dokumen penting pun raib entah ke mana.
Kabar penipuan ini bak petir di siang bolong bagi Pendeta Marlin. Ia merasa terpukul, dikhianati, dan tak berdaya. Beban pikiran yang berat membuatnya mengalami stroke. Kini, ia hanya bisa terbaring lemah, menatap kosong ke arah langit-langit kamar.