Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif beroperasinya PT Evyap Sabun Indonesia dengan investasi sekitar 130 juta dolar AS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagai sinyal kuat berlanjutnya kepercayaan investor global terhadap hilirisasi industri Indonesia.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Masuknya investasi besar ke sektor hilir menunjukkan Indonesia semakin menarik bukan hanya sebagai pemilik bahan baku, tetapi juga sebagai basis produksi industri bernilai tambah untuk pasar dunia.”
Baca Juga:
Hampir 10 Tahun Berjalan, MARTABAT Prabowo-Gibran: KEK Tanjung Kelayang Butuh Terobosan Baru
Menurut Tohom, investasi perusahaan asal Turki tersebut sejalan dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
“Indonesia harus bergerak dari negara pengekspor komoditas menjadi kekuatan industri yang mengolah kekayaan alamnya sendiri dan menjual produk bernilai tambah tinggi ke pasar global,” ujar Tohom, Kamis (6/8/2026).
PT Evyap Sabun Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksinya di KEK Sei Mangkei setelah menjalani pembangunan selama sekitar tiga tahun sejak Maret 2023.
Baca Juga:
Program SNOWI di Bali Tuai Apresiasi, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bukti Ekonomi Sirkular Bisa Dimulai dari Desa
Investasi sekitar 130 juta dolar AS tersebut diarahkan untuk menghasilkan berbagai produk oleokimia berbasis kelapa sawit seperti fatty acids, glycerin, soap noodles, serta produk jadi untuk memenuhi pasar global.
Tohom melihat investasi Evyap memiliki arti strategis karena memperpanjang rantai nilai kelapa sawit Indonesia sekaligus membuka ruang lebih besar bagi industri pendukung, pemasok lokal, tenaga kerja, dan aktivitas logistik.
“Setiap investasi hilirisasi harus menciptakan efek berantai karena ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa besar modal yang masuk, tetapi seberapa luas nilai ekonomi yang kemudian tumbuh di Indonesia,” katanya.