Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif terpilihnya Danau Toba sebagai tuan rumah Geotourism Festival atau Geofest ke-7 yang akan berlangsung pada 1 hingga 5 Juli 2026 di kawasan Simalungun, Samosir, dan Karo.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba mengatakan, penunjukan Danau Toba sebagai tuan rumah Geofest ke-7 merupakan bukti bahwa Kaldera Toba memiliki daya tarik besar sebagai destinasi geowisata, pusat kebudayaan, dan ruang ekonomi baru bagi masyarakat Sumatera Utara.
Baca Juga:
Kunjungan Maruli Simanjuntak ke Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Perkuat Kawasan Otorita Danau Toba
“Geofest ke-7 di Danau Toba harus menjadi momentum besar untuk mengangkat wajah Indonesia di panggung geowisata dunia, sekaligus memperkuat arah pembangunan nasional yang berpihak pada daerah, budaya, lingkungan, dan ekonomi rakyat,” kata Tohom, Rabu (24/06/2026).
Tohom mengatakan, agenda internasional tersebut sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis potensi lokal, konektivitas kawasan, pariwisata berkualitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Tohom, Danau Toba tidak hanya memiliki kekuatan panorama alam, tetapi juga menyimpan nilai geologi, sejarah peradaban, kebudayaan Batak, kearifan lokal, dan peluang ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara lebih serius.
Baca Juga:
Ancaman Kematian Massal Ikan di Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Butuh Sistem Peringatan Dini Modern
Ia menilai kehadiran Geofest ke-7 harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark dalam jaringan geopark dunia melalui kerja sama internasional, penguatan tata kelola, dan promosi destinasi yang lebih terarah.
“Kaldera Toba jangan hanya dipahami sebagai objek wisata, tetapi harus dibangun sebagai ekosistem pengetahuan, konservasi, kebudayaan, dan ekonomi yang memberi nilai tambah langsung bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Tohom menyebut rencana penambahan sedikitnya 40 geosite baru di kawasan Kaldera Toba dapat memperluas pilihan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, dan membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM, pemandu wisata, komunitas budaya, serta pelaku ekonomi desa.
Ia mengatakan, keberhasilan Geofest ke-7 akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah, pengelola geopark, pelaku wisata, komunitas lokal, dan pemerintah pusat membangun sinergi yang rapi sejak tahap persiapan hingga pascakegiatan.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa kawasan Danau Toba perlu dikelola dalam satu cara pandang aglomerasi pariwisata, sehingga Simalungun, Samosir, Karo, Toba, Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Utara dapat bergerak sebagai satu kekuatan destinasi.
Menurut dia, Geofest ke-7 harus meninggalkan warisan nyata berupa peningkatan kualitas destinasi, kesiapan SDM pariwisata, kebersihan kawasan, akses transportasi, promosi digital, standar layanan, serta perlindungan terhadap geosite dan lingkungan Danau Toba.
“Festival internasional seperti ini harus menghasilkan dampak panjang, bukan hanya ramai saat acara, tetapi juga memperkuat kunjungan wisata, pendapatan warga, investasi daerah, dan martabat Indonesia sebagai negara besar dengan kekayaan alam serta budaya yang luar biasa,” kata Tohom.
Sebelumnya, Badan Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark menyatakan Danau Toba terpilih menjadi tuan rumah Geofest ke-7 yang puncak kegiatannya akan berlangsung di tiga kabupaten kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Samosir, dan Karo.
General Manager TCUGGp Azizul Kholis mengatakan Geofest menjadi momentum memperluas jaringan, memperkuat kerja sama antar-geopark, mendorong kunjungan wisata, serta meningkatkan posisi Kaldera Toba dalam jaringan geopark dunia.
Azizul menjelaskan berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari penandatanganan kerja sama antar-UNESCO Global Geopark, seminar penguatan tata kelola geopark, peresmian geosite baru, hingga forum ilmiah internasional.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut Adryanta Putra Ginting menyatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Geofest ke-7 karena dinilai berpotensi memberi dampak besar bagi perekonomian lokal dan citra Danau Toba di tingkat global.
[Redaktur: Sandy]