Haposan Situngkir, abang korban, menceritakan bahwa hubungan rumah tangga antara korban dan tersangka sudah tidak harmonis. Korban pernah menceritakan kepada Haposan bahwa ia dipukuli dan dicakari oleh tersangka.
"Ngeri-nya bang, ngamuk adikmu (tersangka) ditumbuki (dipukuli) aku, sampe goyang gigiku ini dua dan bibir sebelah dalam luka," kata Haposan menirukan cerita korban sambil menunjuk giginya.
Baca Juga:
Tiga Prajurit TNI AL Didakwa atas Pembunuhan Berencana Bos Rental dan Penadahan
Korban juga pernah curhat kepada Haposan soal kesulitan ekonomi yang dialaminya akibat perlakuan tersangka.
"Makan pun terancam, orang itu (tersangka) makan dikamar, kalau ada sisa itulah yang kumakan, untung ada beras kubawa dari kampung sehingga bisa makan dengan pakai garam," ungkap Haposan menirukan cerita piluh korban.
Permintaan Visum Ditolak Tersangka
Baca Juga:
Bekas Caleg DPR Devara Divonis Bui Seumur Hidup Kasus Pembunuhan Berencana
Keluarga korban sempat meminta visum untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun, tersangka menolak permintaan tersebut.
"Atas dasar kecurigaan tersebut disarankan untuk dilakukan visum akan tetapi tersangka keberatan dan menolak," ungkap Haposan.
[Redaktur : Hadi Kurniawan]