Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif percepatan proyek hilirisasi dan industrialisasi yang tengah didorong pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sei Mangkei sebagai pusat hilirisasi industri kelapa sawit dan karet yang terintegrasi.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan penguatan KEK Sei Mangkei merupakan langkah strategis untuk membawa Indonesia keluar dari pola lama sebagai pemasok bahan mentah menuju negara industri yang mampu menciptakan nilai tambah besar di dalam negeri.
Baca Juga:
Pemanggilan Awak Media untuk Hak Jawab Berujung Batal, PT HK Sis Dinilai Anti Kritik dan Bungkam Wartawan
“Hilirisasi sawit di KEK Sei Mangkei adalah kabar baik bagi masa depan ekonomi nasional. Ini bukan hanya proyek kawasan industri, tetapi bagian dari transformasi besar agar Indonesia mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya saing global,” ujar Tohom, Rabu (27/5/2026).
Menurut Tohom, pengembangan pabrik Oleofood untuk memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun menjadi bukti bahwa komoditas sawit sebaiknya tidak berhenti jadi Crude Palm Oil atau CPO mentah saja.
Ia mengatakan, semakin jauh rantai pengolahan dilakukan di dalam negeri, semakin besar manfaat ekonomi yang bisa dirasakan negara, pelaku industri, pekerja, petani, dan masyarakat sekitar kawasan.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: FWLB Rumahela ke-IX 2026 Akan Digelar
“Selama ini Indonesia memiliki kekuatan besar pada bahan baku. Tantangan berikutnya adalah bagaimana bahan baku itu diubah menjadi produk bernilai tinggi. Di situlah hilirisasi menjadi kunci. Nilai tambah harus tinggal di Indonesia, bukan terus dinikmati negara lain,” katanya.
Tohom menilai pengembangan biodiesel berkapasitas 450 ribu ton per tahun di KEK Sei Mangkei juga memiliki makna strategis dalam agenda ketahanan energi nasional.
Menurutnya, hilirisasi sawit tidak hanya berbicara tentang industri makanan dan produk turunannya, tetapi juga berkaitan langsung dengan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil serta penguatan bauran energi nasional.