Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif kehadiran dan ekspansi investasi PT Guthrie International di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun.
Investasi pengolahan hilir minyak kelapa sawit tersebut dinilai sejalan dengan agenda besar penguatan industri nasional berbasis nilai tambah serta penciptaan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat lokal.
Baca Juga:
Diduga Abaikan K3, Penanaman Pipa Tanpa APD di Kawasan KEK Sei Mangkei Tuai Sorotan
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa hilirisasi sawit di KEK Sei Mangkei merupakan contoh konkret bagaimana investasi strategis dapat menjadi instrumen pembangunan daerah yang inklusif.
“KEK Sei Mangkei adalah simpul penting dalam peta industrialisasi Sumatera Utara. Kehadiran industri hilir seperti PT Guthrie International harus dimaknai sebagai peluang emas untuk menaikkan kelas ekonomi masyarakat lokal, bukan sekadar aktivitas produksi,” ujar Tohom, Kamis (5/2/2026).
Tohom menilai langkah Pemerintah Kabupaten Simalungun yang menyiapkan pelatihan tenaga kerja lokal merupakan pendekatan progresif agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam rantai industri sawit.
Baca Juga:
PT Basic Internasional Sumatera Prioritaskan Warga Lokal dalam Rekrutmen Karyawan
Menurutnya, sinkronisasi kebutuhan industri dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah kunci keberlanjutan investasi.
Ia juga menyoroti relevansi investasi tersebut dengan potensi sawit rakyat di Simalungun.
Dengan luas perkebunan sawit masyarakat yang telah mencapai 30.383 hektar dan produksi Tandan Buah Segar sekitar 295.060 ton per tahun, KEK Sei Mangkei dinilai memiliki basis bahan baku yang kuat untuk menopang industri pengolahan hilir secara berkelanjutan.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini menegaskan bahwa pengembangan KEK tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan ekosistem wilayah sekitar.
Ia mengatakan, keberhasilan KEK Sei Mangkei sangat ditentukan oleh keterhubungan antara industri, infrastruktur, tenaga kerja, serta harmoni sosial masyarakat.
“KEK harus menjadi pusat pertumbuhan yang menyebarkan manfaat ekonomi ke daerah sekitar, bukan menciptakan kantong-kantong eksklusivitas industri,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun Anton menyampaikan apresiasi atas investasi PT Guthrie International dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan industri tersebut, mulai dari penyediaan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas SDM lokal, hingga penciptaan iklim sosial yang kondusif bagi investasi.
Tohom menutup dengan menekankan pentingnya tata kelola investasi yang beretika dan berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat akan menentukan apakah KEK Sei Mangkei benar-benar mampu menjadi lokomotif pembangunan daerah yang berdaya saing dan berkeadilan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]