Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif diraihnya Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) bintang 5 oleh PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) untuk ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) Seksi 4 segmen Sinaksak–Simpang Panei.
MARTABAT menilai capaian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas dan integrasi kawasan Otorita Danau Toba dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara.
Baca Juga:
Kuatkan Fondasi Ekologis Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Langkah Inalum dan Pembangunan Hijau
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa predikat bintang lima bukan sekadar capaian administratif, melainkan indikator kesiapan infrastruktur dalam mendukung pembentukan kawasan aglomerasi yang terencana dan berdaya saing.
“Tol Kutepat ini adalah tulang punggung baru yang menghubungkan kawasan industri, perkotaan, dan destinasi pariwisata Danau Toba dalam satu sistem aglomerasi regional,” ujar Tohom.
Menurut Tohom, pemangkasan waktu tempuh Medan–Danau Toba dari sekitar enam jam menjadi dua jam akan menciptakan perubahan struktural dalam pola mobilitas masyarakat dan arus ekonomi.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Apresiasi Pemerintah yang Jadikan IKN Superhub Ekonomi Baru di Indonesia
Ia menilai, percepatan akses tersebut akan mendorong pemerataan pertumbuhan, tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjalar ke wilayah penyangga Danau Toba.
“Inilah esensi aglomerasi: keterhubungan yang membuat wilayah saling menguatkan, bukan saling tertinggal,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengungkapkan bahwa kehadiran tol berstandar tinggi harus dibaca sebagai instrumen penataan ruang dan pengendali pertumbuhan wilayah.