Sumut.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran memberikan apresiasi terhadap langkah strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dalam memperkuat daya saing sebagai pusat industri hijau.
Kolaborasi BUMN dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dianggap sebagai contoh nyata transformasi industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Oki Sibagariang : Kawasan KEK Sei Mangkei Akan Butuhkan Banyak Tenaga Kerja Berharap Putra/Putri Daerah Bisa Bekerja
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengungkapkan bawa momentum ini menjadi peluang penting bagi KEK Sei Mangkei untuk menjadi magnet investasi hijau.
“Pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS 3 MW dan PLTBg 2,4 MW menunjukkan bahwa kawasan industri tidak hanya mengutamakan efisiensi energi, tapi juga menjaga lingkungan dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujar Tohom, Jumat (30/8/2025).
Tohom menambahkan bahwa kolaborasi antara PTPN III dan Pertamina NRE membuka peluang perdagangan karbon yang dapat memberikan manfaat ekonomi signifikan.
Baca Juga:
Kawasan KEK Sei Mangkei Akan Butuhkan Banyak Tenaga Kerja, MARTABAT Prabowo-Gibran Desak Pemerintah Siapkan SDM yang Mumpuni
“Reduksi emisi karbon sebesar 4.100 ton CO2e per tahun dari PLTS dan 66 ribu ton dari PLTBg membuktikan bahwa industri hijau bisa menjadi motor pertumbuhan kawasan sekaligus mendukung target transisi energi nasional,” kata Tohom.
Tohom, yang juga Ketua Aglomerasi Watch, menekankan pentingnya integrasi industri hijau dengan tata ruang dan pengembangan kawasan.
“KEK Sei Mangkei harus dipandang sebagai ekosistem. Pengelolaan energi berbasis tanaman dan biogas memberi efek domino bagi perekonomian masyarakat sekitar, sekaligus menjadi benchmark bagi kawasan industri lain di Indonesia,” ujarnya.