Menurut Tohom, keberhasilan Sei Mangkei dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan akan meningkatkan daya tarik kawasan ini bagi investor yang mencari industri berkelanjutan.
“Investasi hijau bukan sekadar tren, tapi strategi jangka panjang untuk membangun industri yang kompetitif dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Baca Juga:
PWDPI Jambi Surati Kejari: Minta Koreksi Penerapan Pasal pada Kasus Pengrusakan Bangunan Milik YC
Bagi Tohom, inisiatif ini memperkuat posisi MARTABAT Prabowo-Gibran sebagai relawan nasional yang peduli terhadap pembangunan berwawasan lingkungan dan keberlanjutan industri di Indonesia.
“Kolaborasi pemerintah, BUMN, dan pihak swasta di KEK Sei Mangkei bisa menjadi model pembangunan industri hijau yang bisa direplikasi di seluruh Nusantara,” tutupnya.
Sebelumnya, PTPN III dan Pertamina NRE menandatangani perjanjian Bangun Guna Serah dan pengembangan energi baru terbarukan di KEK Sei Mangkei.
Baca Juga:
Diduga Lalai Terapkan K3, Pekerja Tertimbun Tanah Saat Pemasangan Pipa di Kedalaman Lima Meter
Proyek ini melanjutkan PLTS 2 MW yang telah beroperasi sejak 2021 dan mencakup pengembangan PLTBg 2,4 MW yang memanfaatkan limbah kelapa sawit. Total kapasitas terpasang kini mencapai 5,4 MW dengan potensi pengurangan emisi karbon signifikan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]