Sumut.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara (Disnaker Sumut) yang akan menggelar Pameran Bursa Kerja (Job Fair) Tahun 2026 pada 4–6 Maret 2026 di Kantor Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun.
Organisasi relawan nasional ini menilai langkah tersebut sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam memperluas akses kerja dan menekan angka pengangguran.
Baca Juga:
Respons Data Sampah Dunia, MARTABAT Prabowo-Gibran: Saatnya Transformasi Total Pengelolaan Limbah
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa job fair harus dipandang sebagai strategi pembangunan ekonomi yang terintegrasi.
“Kami melihat pelaksanaan Job Fair 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari desain besar penguatan kualitas sumber daya manusia dan akselerasi investasi daerah,” ujar Tohom, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, pemilihan lokasi di KEK Sei Mangkei merupakan langkah strategis karena kawasan tersebut menjadi salah satu pusat industri dan pengolahan di Sumatera Utara.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Transformasi 153 Pasar Jakarta, Dorong Aglomerasi Jabodetabekjur Naik Kelas
“Ketika kegiatan bursa kerja digelar langsung di kawasan ekonomi khusus, maka terjadi pertemuan konkret antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja. Ini pendekatan yang tepat sasaran,” katanya.
Tohom menilai keterlibatan sejumlah perusahaan seperti PT Kokoh Semesta, PT Guthrie International, serta sektor industri dan pengolahan lainnya menunjukkan adanya respons positif dunia usaha terhadap inisiatif pemerintah.
Ia menyebut variasi lowongan, mulai dari Mechanical Engineer hingga Operator dan posisi teknis lainnya, membuka peluang luas bagi lulusan SMA/SMK hingga Sarjana.
“Yang penting bukan hanya jumlah lowongan, tetapi kesinambungan penempatan dan peningkatan kompetensi. Pemerintah daerah perlu memastikan ada link and match antara balai latihan kerja, dunia pendidikan, dan kebutuhan industri,” tegasnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi seperti KEK Sei Mangkei harus diiringi kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Aglomerasi industri akan berhasil jika masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung berupa kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan. Di sinilah peran pemerintah memastikan distribusi manfaat ekonomi berjalan adil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi Disnaker dengan dinas kabupaten/kota, UPTD Balai Latihan Kerja, BBPVP Medan, Kadin Sumut, dan Apindo Sumut mencerminkan pendekatan kolaboratif yang patut diapresiasi.
“Sinergi multipihak ini selaras dengan semangat pembangunan nasional yang inklusif dan produktif,” katanya.
Lebih jauh, Tohom berharap Job Fair 2026 mampu menjadi model replikasi di daerah lain.
“Kita ingin Sumatera Utara tidak hanya menjadi pasar tenaga kerja, tetapi juga pusat pertumbuhan industri yang menyerap tenaga kerja berkualitas. Dengan perencanaan matang dan pengawasan berkelanjutan, angka pengangguran dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Disnaker Sumut Yuliani Siregar dalam surat tertanggal 23 Februari 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penempatan Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengurangi angka pengangguran.
Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai perusahaan dan instansi terkait, serta mewajibkan pelamar membawa berkas lengkap dan mengenakan pakaian hitam putih selama mengikuti kegiatan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]