Ia berpandangan hilirisasi yang kuat dapat meningkatkan penerimaan negara, membuka pasar baru, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas bagi masyarakat daerah.
“Nilai investasi yang besar harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata berupa penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kemampuan tenaga kerja, serta tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan,” katanya.
Baca Juga:
Depok Kembangkan Pengolahan Sampah Jadi Bahan RDF, MARTABAT Prabowo-Gibran: Perlu Diperluas ke Daerah Lain
Tohom juga mendorong pengelola KEK Sei Mangkei untuk memperkuat kemitraan antara perusahaan besar dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Sumatera Utara.
Menurutnya, keberadaan industri besar akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas apabila kebutuhan logistik, jasa, makanan, transportasi, dan pemeliharaan turut melibatkan pengusaha lokal.
Pabrik Evyap mulai dibangun pada Maret 2023 dan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga resmi beroperasi pada Juli 2026.
Baca Juga:
Mediasi Gagal, Korban Pengeroyokan Tolak Damai, Minta Pelaku Diproses Hukum
Perusahaan tersebut menyebut fasilitas dan layanan terintegrasi di KEK Sei Mangkei membantu mempercepat proses pembangunan pabrik dibandingkan lokasi industri lainnya.
Tohom mengatakan model layanan satu pintu harus terus diperkuat agar investor tidak menghadapi proses perizinan yang panjang dan tumpang tindih.
“Kemudahan investasi harus tetap berjalan bersama pengawasan lingkungan, kepatuhan ketenagakerjaan, dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat di sekitar kawasan,” ucapnya.