Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pembangunan KEK perlu diselaraskan dengan pengembangan wilayah penyangga agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di dalam kawasan industri.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan konektivitas jalan, permukiman, transportasi publik, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan untuk mengantisipasi pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Baca Juga:
Depok Kembangkan Pengolahan Sampah Jadi Bahan RDF, MARTABAT Prabowo-Gibran: Perlu Diperluas ke Daerah Lain
“KEK harus menjadi pusat pertumbuhan baru yang menggerakkan kabupaten dan kota di sekitarnya, bukan menjadi kawasan industri yang berdiri sendiri tanpa hubungan kuat dengan ekonomi lokal,” katanya.
Dengan tiga fasilitas produksi, Evyap memiliki kapasitas produksi gabungan mencapai sekitar 650.000 ton per tahun.
Saat ini, Evyap Life Chemistry tercatat melayani lebih dari 600 pelanggan yang tersebar di 55 negara.
Baca Juga:
Mediasi Gagal, Korban Pengeroyokan Tolak Damai, Minta Pelaku Diproses Hukum
Tohom menilai jaringan pasar internasional tersebut membuka peluang bagi KEK Sei Mangkei untuk memperkuat posisinya sebagai basis produksi dan ekspor industri oleokimia.
Ia juga mendorong pemerintah menjaga pasokan energi, air, pelabuhan, dan infrastruktur logistik agar kegiatan produksi dapat berjalan secara efisien dan berkelanjutan.
“Keandalan listrik dan konektivitas logistik menjadi faktor utama karena industri berkapasitas besar membutuhkan kepastian operasional setiap hari,” ujarnya.