“Ke depan, Indonesia membutuhkan sistem energi yang semakin adaptif, cerdas, dan resilien. Momentum ini harus menjadi penguatan untuk modernisasi jaringan kelistrikan nasional agar lebih tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan, masyarakat perlu memberi ruang kepada para teknisi PLN yang saat ini bekerja di lapangan siang dan malam demi mempercepat pemulihan sistem.
Baca Juga:
PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, ALPERKLINAS: Bukti Transisi Energi Tidak Lagi Sekadar Wacana
“Mari kita ciptakan kekondusifan bersama sampai seluruh tenaga yang dikerahkan PLN berhasil memulihkan listrik dan memastikan pasokan kembali stabil. Mereka bekerja bukan hanya untuk perusahaan, tetapi untuk menjaga denyut ekonomi dan kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas sektor ketenagalistrikan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional karena berkaitan langsung dengan industri, pelayanan publik, komunikasi digital, hingga aktivitas rumah tangga masyarakat.
Sebelumnya, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan PLN saat ini tengah melakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sumatera.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Inovasi PLN EPI dalam Pengembangan Sorgum Jadi Terobosan Strategis Menuju NZE
PLN juga telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan pada sistem kelistrikan yang terdampak dan terus melakukan upaya pemulihan secara bertahap.
Gregorius mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi yang akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile maupun layanan Contact Center PLN 123.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]