Ajang Trail of The Kings Lake Toba - Indonesia digelar di Waterfront City, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dan melombakan enam kategori, yakni 100 kilometer, 60 kilometer, 28 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, serta kategori anak-anak.
Dalam kategori 100 kilometer, pelari asal Jepang Hiroyuki Matsuda menjadi juara pertama dengan catatan waktu 12 jam 45 menit 22 detik, disusul pelari Indonesia Sobari Herdiana dengan waktu 13 jam 02 menit 26 detik, dan Priya Rai dengan waktu 13 jam 17 menit 18 detik.
Baca Juga:
Opera Batak Perlu Diselamatkan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Layak Punya Pusat Seni Dunia
Untuk kategori 60 kilometer, pelari Indonesia Yusri Nanda menjadi yang tercepat dengan waktu 7 jam 30 menit 17 detik, disusul Hardiman Purba dengan waktu 8 jam 9 menit 32 detik, dan Jiahan Ma dari China dengan waktu 8 jam 46 menit 25 detik.
Tohom mengatakan keberhasilan atlet Indonesia bersaing di ajang tersebut juga menjadi pesan positif bahwa sport tourism dapat sekaligus menjadi ruang pembinaan prestasi olahraga nasional.
“Event seperti ini harus dilihat sebagai ekosistem, karena di dalamnya ada pariwisata, olahraga, promosi daerah, pemberdayaan masyarakat, dan kebanggaan nasional,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Ilham Permana: Ukur Keberhasilan Pariwisata dari Nilai Ekonomi, Bukan Jumlah Wisatawan
Ia menilai testimoni Hiroyuki Matsuda yang mengaku terpukau dengan keindahan Danau Toba dan berencana kembali membawa orang lain untuk mengikuti perlombaan serupa merupakan promosi internasional yang sangat kuat.
“Pernyataan pelari internasional yang ingin kembali ke Danau Toba adalah promosi organik yang tidak ternilai, karena pengalaman langsung peserta sering kali lebih meyakinkan daripada kampanye promosi biasa,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan Danau Toba sebagai destinasi sport tourism harus ditopang konektivitas wilayah, penataan kawasan, kebersihan, akses transportasi, kualitas homestay, serta kesiapan layanan publik di sekitar destinasi.