Hal itu tampak dari pilihan warna tanah, yang dominan di bagian dalam gedung. Selain itu, di bagian dalam, sejumlah ukiran bisa dengan mudah ditemukan, baik di beberapa sudut dinding maupun langit-langit ruangan.
Selain rancangan arsitektur gedung dan karya-karya seni instalasi yang dipajang, beberapa bagian di area gedung Sopo Del juga merepresentasi sekaligus terinspirasi adat dan budaya batak Toba.
Baca Juga:
PKS Sei Mangkei Konsestensi dalam menjalanknan Sistem Roundtable Sistenanable Palm Oil ( RSPO) dan Perketat Mutu TBS Pemasok Pihak 3 dari Segala Lini
Hal itu tampak dari pilihan warna tanah, yang dominan di bagian dalam gedung. Selain itu, di bagian dalam, sejumlah ukiran bisa dengan mudah ditemukan, baik di beberapa sudut dinding maupun langit-langit ruangan.
Motif ukiran-ukiran tersebut memiliki pola yang sama dengan motif ukiran khas dari Sumatera Utara.
Sementara pada bagian fasad yang ada di eksterior gedung, kata Surya, bisa membentuk pola bayangan yang mirip dengan motif pada kain ulos saat ditimpa sinar matahari pada kondisi dan sudut datang cahaya tertentu.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap: Jaket Ojol Rp300 Ribu Jadi Alat 'Viral' Tiga WNA di Bali
Hal itu diyakini bakal menjadi kelebihan tersendiri yang juga lumayan menghibur.
Ramah Lingkungan
Kelebihan lain yang dimiliki Sopo Del adalah proses pembangunannya sejak awal mengikuti kaidah ramah lingkungan, termasuk pengadaan mekanisme pengolahan limbah dan air, salah satunya dengan membangun sekitar 43 sumur resapan.