Tomi menjelaskan, longsor tersebut terjadi sejak Jumat
(11/06/2021) malam. Longsor itu langsung menutup aliran kali di komplek
Nerada.
Warga tidak ada yang mengungsi. Mereka bertahan di rumah
karena ketinggian air saat ini sudah mulai menyurut," tandasnya.
Baca Juga:
Tanggapi Aspirasi FWR DAS Rawalumbu, Komisi II Bakal Lakukan Hal Ini
Sementara itu, komplek Nerada bersebelahan dengan
komplek Griya Satwika Telkom yang dibatasi tembok setinggi 10 meter itu.
Hanya saja, Nerada berada di bawah sehingga terdampak
longsor dan banjir.
Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Mitigasi BPBD
Tangerang Selatan, Esa Nugraha mengatakan, bencana longsor itu terjadi sekira
pukul 19.30 WIB. Tembok setinggi 10 meter itu runtuh ke bawah sehingga mengenai
rumah warga.
Baca Juga:
BPBD Sulawesi Tengah Laporkan 875 KK Terdampak Banjir di Morowali Utara
"Longsor terjadi karena intensitas hujan tinggi.
Sehingga ketinggian longsor 10 meter ambruk ke bawah menimpa rumah dan menutupi
aliran sungai," sebutnya. (Tio)