Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan konsep pengembangan kawasan terpadu seperti KEK Kardaiba sangat sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar wilayah metropolitan besar.
"Yang dibangun bukan hanya satu kabupaten, melainkan sebuah ekosistem ekonomi regional yang saling terhubung. Ketika Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat mampu terintegrasi dalam satu kawasan ekonomi, maka daya tarik investasi, peluang kerja, dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat secara signifikan," ujarnya.
Baca Juga:
KEK Sei Mangkei Pacu Industri Oleofood dan Biodiesel, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
Menurut Tohom, langkah Pemerintah Kabupaten Dairi yang mulai fokus pada percepatan pembangunan fisik, penataan aset, serta penguatan partisipasi masyarakat dapat menjadi modal awal yang kuat dalam mendukung terwujudnya KEK Kardaiba di masa mendatang.
"Jika konsistensi pembangunan ini terus dijaga, Dairi berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Tohom.
Sebelumnya, Bupati Dairi Vickner Sinaga menggelar rapat kerja bersama jajaran pemerintah daerah setelah Kabupaten Dairi kembali meraih opini WTP dari BPK Perwakilan Sumatera Utara.
Baca Juga:
Ancaman Kematian Massal Ikan di Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Butuh Sistem Peringatan Dini Modern
Rapat tersebut membahas percepatan pembangunan daerah, evaluasi program gotong royong masyarakat, penanganan infrastruktur, serta optimalisasi aset daerah.
Pemerintah Kabupaten Dairi juga menargetkan seluruh proyek fisik tahun anggaran 2026 dapat segera memasuki tahap kontrak kerja mulai Juni mendatang.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]