Herwin mengatakan bahwa hal itu dilakukan sebagai upaya
antisipasi bila di tahun berjalan terdapat kebutuhan pendanaan untuk ekspansi
usaha atau akuisisi aset baru mendesak dan membutuhkan persetujuan dari para
pemegang saham.
Baca Juga:
PT DPM Beri Bantuan untuk Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumut dan Aceh
"Jadi tidak perlu dimintakan lagi persetujuannya. Jadi bisa
lebih cepat proses mendapatkan pendanaannya," papar Herwin.
Adapun, BRMS menargetkan proyek tersebut akan
mulai beroperasi secara komersil pada 2022. Nantinya, NFC China juga akan bertindak
sebagai EPC Contractor (engineering, procurement, construction). (tum)