WAHANANEWS.CO, Jakarta - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif penguatan kolaborasi antara jajaran Imigrasi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai langkah strategis dalam mendorong kawasan otorita Danau Toba menjadi pusat pertumbuhan pariwisata dan investasi kelas dunia.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan sinergi tersebut menunjukkan arah kebijakan yang semakin terintegrasi antara pusat dan daerah dalam membangun kawasan unggulan nasional.
Baca Juga:
Banyak Spot Wisata yang Harus Dibenahi, MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Pengawasan Sampah dan Promosi di Kawasan Otorita Danau Toba
“Langkah ini memperlihatkan bahwa pengelolaan keimigrasian tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi besar untuk mengangkat Danau Toba sebagai destinasi global yang kompetitif,” ujar Tohom, Jumat (24/4/2026).
Ia melihat penguatan layanan imigrasi, termasuk kesiapan Bandara Silangit sebagai pintu masuk internasional, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan arus wisatawan dan investor berkualitas.
Dalam pandangannya, keberadaan akses internasional yang efektif akan memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal, mulai dari sektor pariwisata, UMKM, hingga infrastruktur pendukung.
Baca Juga:
Macet Parah! Antrean 9 Km Lumpuhkan Jalur Siantar–Parapat
Menurut Tohom, isu pengungsi dan pengelolaan aset yang turut dibahas dalam audiensi tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
Ia menilai, keseimbangan antara keamanan, pelayanan publik, dan daya tarik investasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan kawasan strategis seperti Danau Toba.
Lebih jauh, Tohom yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan bahwa pengembangan kawasan otorita Danau Toba harus dipandang sebagai bagian dari konsep aglomerasi ekonomi yang terintegrasi.
“Danau Toba tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus terkoneksi dengan pusat-pusat pertumbuhan lain melalui sistem transportasi, logistik, dan layanan imigrasi yang efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan yang diambil saat ini akan menentukan posisi Danau Toba dalam peta pariwisata global dalam jangka panjang. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi hub pariwisata unggulan di Asia Tenggara.
Tohom juga melihat bahwa peran Imigrasi menjadi semakin strategis dalam menciptakan ekosistem yang ramah bagi wisatawan dan investor, tanpa mengabaikan aspek pengawasan. Dengan pendekatan yang adaptif, layanan keimigrasian dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Medan.
Mereka membahas berbagai isu strategis mulai dari penanganan pengungsi, pengelolaan aset, hingga optimalisasi masuknya wisatawan dan investor, termasuk kesiapan Bandara Silangit untuk kembali beroperasi sebagai bandara internasional guna mendukung pengembangan kawasan Danau Toba.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]