Sumut.WAHANANEWS.CO, Simalungun -
Sumatera Utara tengah memasuki babak baru dalam perjalanan ekonominya. Transformasi struktural yang selama ini dinanti mulai menemukan bentuknya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun.
Baca Juga:
KEK Sei Mangkei Pacu Industri Oleofood dan Biodiesel, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
Kawasan strategis ini semakin menjadi magnet investasi, khususnya dalam industri hilirisasi kelapa sawit dan manufaktur, seiring dengan dorongan pemerintah pusat dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil.
Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, memandang KEK Sei Mangkei bukan hanya sebagai kawasan industri biasa, melainkan sebagai simbol perubahan arah ekonomi Sumut menuju penciptaan nilai tambah, kemandirian industri, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Ini bukan sekadar zona industri, tapi arena transformasi. Hilirisasi sawit di Sei Mangkei adalah momentum bersejarah untuk mengakhiri ketergantungan kita pada ekspor bahan mentah," ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, saat dihubungi, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Kendaraan di KEK Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kunci Kelancaran Logistik
Ia mengungkapkan pentingnya membangun sistem ekonomi yang berakar pada kekuatan lokal. Petani sawit, kata Tohom, harus menjadi subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan.
"Kita tak boleh hanya bicara investor dan pabrik. Kita harus bicara juga tentang nasib petani, peluang anak muda desa, dan masa depan buruh lokal. KEK ini harus menjadi panggung kolaborasi nyata," tegasnya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menyuarakan perlunya koordinasi regional lintas kabupaten di sekitar kawasan.