Ia menilai keberadaan infrastruktur energi akan membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah di kawasan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.
“KEK tidak boleh eksklusif. Ia harus menjadi mesin pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” tegasnya.
Baca Juga:
Hak Jawab H.Patang Atas Berita: Kelompok Tani Jubek CS Minta Polda Jambi Usut mafia Tanah Sungai Toman Laudi DKK
Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa KEK Kardaiba merupakan contoh penting pembangunan berbasis aglomerasi wilayah.
Menurutnya, keterhubungan ekonomi antar kabupaten hanya akan efektif jika ditopang oleh pasokan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Tanpa energi yang kuat, aglomerasi hanya menjadi konsep di atas kertas. Listrik adalah perekat utama antarwilayah dalam KEK Kardaiba,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Penyidikan Laka Lantas Naik Tahap, Pengemudi Jalani Observasi Kejiwaan di RSJ Jambi
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan energi bersih melalui PLTA Pakpak Barat sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang berwawasan lingkungan.
Hal ini dinilai penting agar KEK Kardaiba tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga tahan terhadap tantangan ekonomi dan ekologis di masa depan.
“KEK Kardaiba harus dibangun sebagai kawasan ekonomi yang modern, hijau, dan berdaya saing. PLTA ini adalah fondasi menuju ke sana,” pungkasnya.