Tohom juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung keberhasilan kawasan.
Ia menilai, konektivitas yang baik akan membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga:
Macet Parah! Antrean 9 Km Lumpuhkan Jalur Siantar–Parapat
“Jika akses semakin mudah, maka multiplier effect ke masyarakat akan semakin besar, mulai dari UMKM hingga sektor jasa lainnya,” jelasnya.
Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa pengembangan Danau Toba harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.
“Jangan sampai pembangunan masif justru merusak ekosistem danau yang menjadi daya tarik utama. Harus ada keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi,” tegasnya.
Baca Juga:
Operasi Ketupat 2026: Brimob Sumut Jaga Aman di Pelabuhan Ajibata
Ia menambahkan bahwa konsep pariwisata berkelanjutan yang diusung pemerintah sejalan dengan tren global, di mana wisatawan kini semakin peduli terhadap aspek lingkungan dan dampak sosial.
“Danau Toba punya potensi menjadi showcase pariwisata hijau Indonesia jika dikelola dengan konsisten dan disiplin,” ujarnya.
Lebih jauh, Tohom melihat bahwa keberhasilan pengembangan Danau Toba akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan destinasi prioritas lainnya di Indonesia.