Pada point ke 2 , justru malah menambah kesempatan
penyebaran virus covid 19 dengan langsung mengalihkan pelayanan ibu hamil dan
bersalin ke ruangan VK tanpa dilakukannya rapid test antigen. Karena ruang VK
adalah ruang rawat inap bayi yang sakit.
Baca Juga:
Bupati Dairi Beri Kuliah Umum dan Bedah Buku "Solusi Out of The Box" di UHN
"Kita ketahui, virus menyebar lewat udara dan kontak dari
petugas ruang bayi dan ruang bersalin. Di mana sampai saat ini belum dilakukan
rapid test antigen massal di lingkungan rsud sidikalang," tambahnya. Dia juga
mempertanyakan kapan akan dilakukan sterilisasi ruang IGD.
Menurut Ungkap, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di
RSUD Kab. Dairi harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dia
mencontohkan, masyarakat yang hendak berobat di screnning dahulu, periksa
suhu tubuh, perjalanan beberapa hari belakangan darimana saja, ada tidak kontak
dengan orang yang positif Covid-19, ada gejala batuk, demam dan sesak.
Selanjutnya dipetakan, masyarakat yang mendekati ciri-ciri terpapar Covid-19
diperiksa diluar ruangan, jangan di dalam. Sehingga tindakan medis selanjutnya
dapat dilakukan, apakah diarahkan ke poliklinik atau ke IGD.
Baca Juga:
Silaturahmi dengan Bupati, DPC Demokrat Dairi: Siap Mendukung, Bersinergi dan Kolaborasi
"Dalam kondisi sekarang ada baiknya ruang IGD dibuat diluar dipisahkan
dari ruangan yang ada sekarang. Tentu tenaga medis diperlengkapi dengan Alat Pelindung
Diri (APD). Jam berkunjung pasien juga semestinya ditiadakan, karena Orang
Tanpa Gejala (OTG) berpotensi membawa virus atau terpapar," tegasnya.
Gerakan "Petisi Ingatkan Bupati Dairi"