Besarnya Silpa, menjadi indikator kalau program atau proyek
pemerintahan ini tidak produktif. Pemerintah menggelontorkan uang Rp900
milliar, tetapi justru berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Ini
sekaligus indikasi kalau pembelanjaan, masih sangat jauh dari skala prioritas.
Baca Juga:
Bupati Dairi Beri Kuliah Umum dan Bedah Buku "Solusi Out of The Box" di UHN
"Jadi, jangan bangga dengan WTP, karena faktanya,
pertumbuhan ekonomi justru terperosok," tegas Hendra.
Baca Juga:
Silaturahmi dengan Bupati, DPC Demokrat Dairi: Siap Mendukung, Bersinergi dan Kolaborasi
Perubahan menuju Dairi ungggul, sepertinya tinggal slogan,
enak didengar tetapi jauh dari realita. Betapa tidak, ketika masyarakat didera
kesulitan ekonomi dampak covid, Bupati justru membengkakkan silpa hingga
Rp114 milliar.
"Sekali lagi, perlu penjelasan secara rasional,
bagaimana hubungan langsung WTP yang dibanggakan Bupati dan pertumbuhan
ekonomi yang terpuruk di angka -094 persen? Demikian juga antara silpa
Rp114 milliar dengan kesejahteraan rakyat. Kalau menurut saya, ini
bertolak belakang bahkan tidak punya korelasi," sebut Hendra.