SUMUT.WAHANANEWS.CO – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padangmatinggi Lestari dihentikan sementara setelah ditemukan roti kemasan dalam kondisi berjamur pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.
Investigasi Langsung Dilakukan Tim KPPG Sumut
Baca Juga:
Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Kedokan Agung Indramayu Diberhentikan Sementara
Penghentian operasional diumumkan setelah Kasubbag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sumatera Utara, E Sitepu, bersama tim melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi SPPG pada Rabu (4/3/2026) pagi. Dalam kegiatan tersebut, tim juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Ahmad Rizky Hariri Hasibuan.
SPPG Dilarang Operasional Hingga Memenuhi Standar BGN
Berdasarkan surat resmi tertanggal 4 Maret 2026 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito, operasional SPPG Padangmatinggi Lestari akan tetap dihentikan hingga tersedia tenaga pengawas gizi yang kompeten dan infrastruktur yang sesuai standar yang ditetapkan BGN.
Baca Juga:
Mangkir Panggilan Kajati Sulteng, Presdir PT Astra Agro Lestari Dalih Keluar Negeri
Siswa Sementara Tidak Menerima Bantuan MBG
Setelah investigasi, tim KPPG Sumut melakukan pertemuan dengan Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe. Melalui Kadis Pendidikan Ahmad Rizky Hariri Hasibuan, Wali Kota menyampaikan bahwa penghentian operasional berdampak langsung pada distribusi makanan bagi siswa.
"Karena kapasitas SPPG lain di wilayah ini belum mampu mengisi kuota yang semula ditangani oleh SPPG Padangmatinggi Lestari, maka siswa yang menjadi penerima manfaat program MBG dari unit tersebut untuk sementara tidak akan mendapatkan makanan," ujarnya kepada wartawan.