Dirinya masih terkenang ketika masa kanak-kanak, menyaksikan
para Ompung (leluhur) dan keluarga bergotong royong mendirikan rumah adat batak
toba.
Baca Juga:
Penganiayaan di Samosir Buka Kembali, Korban Sebut Perdamaian Terjadi Dalam Kondisi Tidak Stabil
Kala itu, kayu-kayu pilihan untuk membuat rumah adat batak toba
masih banyak didapati di sekitaran huta dan hutan. Namun sekarang, sangat Sulit
sekali untuk mencari kayu-kayu yang cocok dalam pembuatan rumah adat batak
toba.
Ada beberapa hal kesulitan dalam merehab rumah adat batak
toba. Salah satunya kayu-kayu yang dipakai banyak yang sudah diperjual belikan
dan juga adanya para perambah kayu-kayu hutan yang di jual ke perusaahaan dan Panglong.
Saat ini, kayu Pinus yang digunakan untuk merehab rumah adat batak pun agak
sulit didapat.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
"Jika kita akan mengambil dari hutan, maka kita harus
meminta izin dulu dari pemerintah melalui pihak petugas kehutanan. Saya punya
kegelisahan, lamban laun peninggalan leluhur kita rumah adat batak toba,
seiring waktu akan hilang," keluhnya.