Coba kita perhatikan sekarang masyarakat batak toba ketika membangun tempat
tinggalnya, sudah mengikuti bentuk kemajuan zaman.
Baca Juga:
Penganiayaan di Samosir Buka Kembali, Korban Sebut Perdamaian Terjadi Dalam Kondisi Tidak Stabil
Hal ini tidak dapat disalahkan, karena untuk membangun rumah
adat toba sebagai tempat tinggal, memerlukan biaya yang sangat tinggi.
"Saya punya mimpi dan harapan, kiranya pemerintah pusat
khususnya pemerintah daerah punya perhatian akan peninggalan para leluhur
batak, dengan program revitalisasi rumah adat batak toba, karena rumah adat
batak toba salah satu kebanggan bagi kita," harapnya.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
Mimpi dan harapan Mangaliat, terkabul dimasa eranya Presiden.
Pembangunan dan revitalisasi rumah adat batak toba dilaksanakan di dua huta di
Samosir. Huta Raja di desa Lumban Suhi Suhi Kecamatan Pangururan dan Huta
Siallagan di desa Siallagan Pindaraya kecamatan Simanindo.