SUMUT.WAHANANEWS.CO — Sungguh memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan! Sebuah gudang yang diduga menjadi tempat pengoplosan tabung gas LPG 3kg subsidi ke tabung gas LPG 12 kg non subsidi beroperasi secara terang-terangan dan tanpa rasa takut di pinggir jalan raya Medan–Lubuk Pakam, tak jauh dari Mall Suzuya Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Lokasinya yang berada tepat di jalur utama lintas Sumatera serta berdekatan dengan pemukiman padat penduduk justru semakin menambah kekhawatiran warga akan bahaya kebakaran dan ledakan tabung gas sewaktu-waktu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, praktik ilegal tersebut diduga memindahkan isi gas elpiji 3 kilogram subsidi ke dalam tabung 12 kilogram non-subsidi untuk dijual kembali dengan keuntungan berlipat. Dugaan ini diperkuat rekaman video yang sempat viral, memperlihatkan tiga unit mobil pengangkut LPG 3kg dari beberapa perusahaan berbeda masuk dan keluar dari lokasi gudang tersebut. Bahkan Koordinator Lapangan gudang itu sendiri telah membenarkan bahwa lokasi tersebut memang tempat pengoplosan gas.
Baca Juga:
Usai Dirawat 19 Napi Korban Miras Oplosan Kembali ke Lapas Bukittinggi
Terang-Terangan di Pinggir Jalan Raya Seolah Kebal Hukum
Salah satu warga Tanjung Morawa berinisial ME mengungkapkan lokasi gudang tersebut sangat mudah dijangkau dan diketahui publik.
"Lokasinya mudah dicari, Abang. Kalau dari depan Mall Suzuya itu terus aja, sekitar dua atau tiga ratus meter arah ke Lubuk Pakam, sebelah kiri gudangnya," ungkap ME, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga:
Kasus Kematian Napi di Bukittinggi, Komnas HAM Sebut Perlu Diselidiki
Fakta yang lebih mencengangkan, gudang tersebut beroperasi secara terbuka tanpa upaya menyembunyikan kegiatannya. Warga berinisial F menyayangkan hal tersebut seolah-olah pelaku tidak memiliki rasa takut sedikit pun terhadap aparat penegak hukum.
"Uda hebat kali lah mereka. Berarti uda kebal hukum mereka. Berani buka gudang diduga oplosan gas di pinggir jalan besar," tegas F dengan nada kecewa.
Di Tengah Pemukiman Padat, Ancaman Ledakan Selalu Menanti