Yang lebih mengkhawatirkan, gudang tersebut berdiri tepat di kawasan pemukiman padat penduduk. Warga mengingatkan kejadian tragis kebakaran dan ledakan tabung gas di gudang serupa yang terjadi di Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada tahun 2024 silam, yang bahkan menelan korban jiwa dan kerugian besar. Ironisnya, pelajaran berharga itu seolah tak dijadikan peringatan.
"Ingat Abang, kejadian kebakaran dan meledaknya tabung gas yang ada di Desa Sei Rotan sekitar tahun 2024, kan sampai ada korban itu. Nah ini ada lagi di Tanjung Morawa. Apakah harus ada korban baru, polisi baru bertindak?," tantang warga dengan nada pedas.
Baca Juga:
Usai Dirawat 19 Napi Korban Miras Oplosan Kembali ke Lapas Bukittinggi
Publik Desak Polda Sumut Segera Bertindak Tegas
Kini publik mendesak Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) untuk tidak menutup mata terhadap keberadaan gudang oplosan gas yang sudah diketahui lokasinya secara gamblang ini. Warga meminta penutupan segera serta penindakan tegas terhadap pemilik gudang yang identitasnya bahkan sudah beredar di media sosial dan media daring.
"Sudah viral kubaca di media online dan di media sosial tentang siapa pemiliknya. Jadi tunggu apa lagi Pak Polisi? Segera tangkap pemiliknya dan tutup gudang tersebut," tegas warga.
Baca Juga:
Kasus Kematian Napi di Bukittinggi, Komnas HAM Sebut Perlu Diselidiki
Beroperasi terang-terangan di pinggir jalan raya, di tengah pemukiman padat, dan sudah diketahui identitas pemiliknya, namun hingga kini masih berdiri tegak. Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan tantangan terbuka terhadap penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara. Masyarakat berhak bertanya: sampai kapan mafia gas ini dibiarkan bermain di depan mata aparat penegak hukum sendiri? WahanaNews.co akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Sebelumnya diberitakan berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, tim WahanaNews.co mendatangi lokasi gudang yang berada di Jalan Industri, Tanjung Morawa. Di sana awak media bertemu dengan seorang pria berinisial J, yang kemudian memberikan nomor telepon seseorang yang mengaku bernama Baragas.
Tak berhenti di situ, tim WahanaNews.co kemudian memantau dan mengikuti pergerakan sebuah mobil box berwarna hitam. Mobil tersebut menuju ke Jalan Medan–Lubuk Pakam, tak jauh dari pusat perbelanjaan Suzuya. Yang sangat mencurigakan, terlihat tiga unit mobil pengangkut gas elpiji 3 kilogram dari tiga perusahaan berbeda yang masuk ke dalam kompleks gudang kedua tersebut. Dugaan kuat, di sanalah tempat berlangsungnya aktivitas pemindahan isi tabung gas subsidi ke tabung non-subsidi.