SUMUT.WAHANANEWS.CO - Seorang anak polisi berinisial A (19) menjadi korban penganiayaan dengan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pak ogah di Jalan Williem Iskandar, sekitar depan Jalan Perjuangan - komplek MMTC, wilayah hukum Polsek Medan Tembung. Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang Rabu (4/2/2026) malam lalu.
Diketahui, orang tua korban bertugas di Polda Sumatera Utara bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan pernah menjabat sebagai Kapolsek di wilayah hukum Polrestabes Medan. Korban mengalami penganiayaan brutal, seperti dilempari batu, ditendang, dan hampir dibantah (dibalok). Beruntungnya, ia berhasil menangkis serangan tersebut, meskipun menyebabkan luka di pergelangan tangan.
Baca Juga:
Polrestabes Medan Diduga Pilih Kasih, Judi dan Narkoba Eksis Beroperasi di Pekan Jumat Percut
Korban menceritakan kronologi kejadian kepada WahanaNews.co saat berada di Polsek Medan Tembung. Ia baru saja pulang olahraga dari Universitas Medan (UNIMED) dan melintas di lokasi kejadian yang sedang macet parah. "Aku kan pulang olahraga dari UNIMED (Universitas Medan) jadi saat aku melintas di TKP macet kali bang, aku nggak dikasih jalan, jadi ku geber lah dan sempat mereka teriak, lalu saya turun untuk saya ajak bicara lalu yang lain datang mengerubungi," katanya.
Ia menambahkan, saat hendak pergi, korban dikejar dan dilempari batu yang mengenai helm dan pundak bahkan ditendang dari belakang. "Saya melihat ada lebih dari delapan orang, sehingga motor saya terjatuh," katanya.
Korban juga menyatakan bahwa keberadaan pak ogah di lokasi tersebut tidak membantu mengurai kemacetan, bahkan justru memperparahnya. "Jujur saja, naik motor saja tidak bisa lewat karena dibuat oleh mereka. Mereka yang katanya mengatur jalan, malah membuat kemacetan lebih parah," ungkapnya.
Baca Juga:
Dua Orang Warga Percut Sei Tuan Korban Salah Tangkap oleh Polsek Medan Tembung
Selain dilempari batu, korban juga mengaku hampir dibantah (dibalok) oleh salah satu pak ogah. "Saya berhasil menangkisnya, itulah yang menyebabkan luka di pergelangan tangan saya," ujarnya.
Korban berharap laporannya dapat memberikan efek jera dan pak ogah tersebut tidak lagi berada di lokasi tersebut. "Semoga ada efek jera agar tidak ada lagi gangguan dari mereka dan saya mendapatkan keadilan," harapnya.
Sebelumnya, lokasi tersebut telah beberapa kali menjadi sorotan karena keberadaan pak ogah yang membuat keresahan dan bahkan pernah viral. Banyak pengendara lain juga merasa resah karena keberadaan mereka yang tidak hanya tidak mengurangi kemacetan, tetapi malah memperparahnya, uniknya keberadaan pak ogah tersebut tetap saja ada setelah sempat viral beberapa waktu yang lalu.
[Redaktur:Dedi]