Sumut.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Polres Simalungun dalam melakukan audiensi dan peninjauan rekayasa lalu lintas di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah peningkatan aktivitas industri dan investasi.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas di kawasan industri strategis seperti KEK Sei Mangkei merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan nasional.
Baca Juga:
Perusahaan India Masuk Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Saatnya Jadi Pusat Industri Global
“Ini langkah konkret untuk memastikan aktivitas logistik berjalan efisien dan tidak menghambat pertumbuhan kawasan industri yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya, Rabu (22/4/2025).
Ia melihat bahwa kehadiran infrastruktur baru seperti Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat membawa konsekuensi peningkatan volume kendaraan yang harus diantisipasi sejak dini.
“Integrasi antara jalan tol dan kawasan industri harus dirancang dengan matang agar tidak menimbulkan bottleneck yang justru menghambat distribusi,” kata Tohom.
Baca Juga:
Kelangkaan Minyak Industri Lumpuhkan Proyek di KEK Sei Mangkei! Dampak Bencana Alam di Tiga Provinsi
Menurutnya, rencana pemasangan traffic light maupun water barrier di titik crossing depan gerbang KEK Sei Mangkei merupakan solusi awal yang tepat untuk mengatur arus kendaraan, terutama kendaraan berat.
Ia menilai pemisahan jalur antara kendaraan logistik dan kendaraan umum akan meningkatkan keselamatan sekaligus mempercepat waktu tempuh distribusi barang.
Tohom juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam implementasi rekayasa lalu lintas tersebut.
Ia menyebut sinergi antara kepolisian, pengelola kawasan industri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan industri modern.
“Koordinasi yang solid akan memastikan kebijakan yang diambil tidak parsial, tetapi terintegrasi dengan arah pembangunan jangka panjang KEK,” ujarnya.
Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas di kawasan industri memiliki dampak langsung terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi.
“Semakin lancar arus kendaraan, semakin kecil konsumsi bahan bakar yang terbuang akibat kemacetan, sehingga ini juga berkontribusi pada upaya pengendalian emisi dan mendukung konsep green economic zone,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan industri hijau perlu didukung dengan infrastruktur transportasi yang tertata dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menjadi model pengelolaan industri yang ramah lingkungan.
Tohom juga mengapresiasi komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional melalui pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan industri.
Menurutnya, stabilitas keamanan dan kelancaran mobilitas merupakan faktor utama yang menentukan kepercayaan investor.
“Ketika arus logistik lancar dan keamanan terjaga, maka iklim investasi akan semakin kondusif dan kompetitif,” kata Tohom.
Ia berharap hasil koordinasi yang telah dilakukan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah teknis yang konkret, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh pelaku industri maupun masyarakat sekitar.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]