Ia mengatakan, keberhasilan Geofest ke-7 akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah, pengelola geopark, pelaku wisata, komunitas lokal, dan pemerintah pusat membangun sinergi yang rapi sejak tahap persiapan hingga pascakegiatan.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa kawasan Danau Toba perlu dikelola dalam satu cara pandang aglomerasi pariwisata, sehingga Simalungun, Samosir, Karo, Toba, Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Utara dapat bergerak sebagai satu kekuatan destinasi.
Baca Juga:
Kunjungan Maruli Simanjuntak ke Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Perkuat Kawasan Otorita Danau Toba
Menurut dia, Geofest ke-7 harus meninggalkan warisan nyata berupa peningkatan kualitas destinasi, kesiapan SDM pariwisata, kebersihan kawasan, akses transportasi, promosi digital, standar layanan, serta perlindungan terhadap geosite dan lingkungan Danau Toba.
“Festival internasional seperti ini harus menghasilkan dampak panjang, bukan hanya ramai saat acara, tetapi juga memperkuat kunjungan wisata, pendapatan warga, investasi daerah, dan martabat Indonesia sebagai negara besar dengan kekayaan alam serta budaya yang luar biasa,” kata Tohom.
Sebelumnya, Badan Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark menyatakan Danau Toba terpilih menjadi tuan rumah Geofest ke-7 yang puncak kegiatannya akan berlangsung di tiga kabupaten kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Samosir, dan Karo.
Baca Juga:
Ancaman Kematian Massal Ikan di Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Butuh Sistem Peringatan Dini Modern
General Manager TCUGGp Azizul Kholis mengatakan Geofest menjadi momentum memperluas jaringan, memperkuat kerja sama antar-geopark, mendorong kunjungan wisata, serta meningkatkan posisi Kaldera Toba dalam jaringan geopark dunia.
Azizul menjelaskan berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari penandatanganan kerja sama antar-UNESCO Global Geopark, seminar penguatan tata kelola geopark, peresmian geosite baru, hingga forum ilmiah internasional.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut Adryanta Putra Ginting menyatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Geofest ke-7 karena dinilai berpotensi memberi dampak besar bagi perekonomian lokal dan citra Danau Toba di tingkat global.