SUMUT.WAHANANEWS.CO - Praktik penggunaan listrik ilegal dan pencurian tenaga listrik di Sumatera Utara bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan ancaman serius bagi keselamatan jiwa, lingkungan, dan keandalan sistem kelistrikan. Sambungan tidak sah, instalasi tidak standar, serta manipulasi alat ukur terbukti menjadi salah satu pemicu utama kebakaran rumah dan bangunan, terutama di kawasan padat penduduk.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menegaskan bahwa listrik ilegal sangat berbahaya karena umumnya tidak memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan. Penggunaan kabel tanpa isolasi memadai, beban berlebih, serta sistem pengaman arus yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan korsleting listrik, sengatan listrik fatal, hingga kebakaran hebat.
Baca Juga:
Seru! PLN UID Sumut Gelar Donor Darah & Mini MCU Saat Bulan K3
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menyatakan bahwa upaya penertiban listrik ilegal dilakukan bukan semata-mata untuk penegakan aturan, tetapi sebagai bentuk perlindungan keselamatan masyarakat.
"Kami ingin menegaskan bahwa listrik ilegal adalah bahaya nyata. Banyak kasus kebakaran dipicu oleh instalasi yang tidak standar. Risiko ini bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Keselamatan jiwa adalah hal yang tidak bisa ditawar," tegas Mundhakir, Jumat (13/2/2026).
Dampak Luas dari Pencurian Listrik
Baca Juga:
PLTM Sei Wampu 1 Sumut Resmi Tandatangani COD, Dukung Transisi Energi Menuju NZE 2060
PLN mencatat bahwa praktik pencurian tenaga listrik menimbulkan dampak luas, antara lain:
- Meningkatkan risiko kebakaran rumah dan fasilitas umum;
- Membahayakan nyawa penghuni, terutama anak-anak dan lansia;
- Mengganggu keandalan pasokan listrik pelanggan lain akibat ketidakseimbangan beban;
- Menimbulkan kerugian negara yang berdampak pada kualitas layanan publik.
"Ketika satu pihak menggunakan listrik secara ilegal, ada pihak lain yang dirugikan. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal keadilan dan keselamatan bersama," tambah Mundhakir.