Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini menegaskan bahwa pengembangan KEK tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan ekosistem wilayah sekitar.
Ia mengatakan, keberhasilan KEK Sei Mangkei sangat ditentukan oleh keterhubungan antara industri, infrastruktur, tenaga kerja, serta harmoni sosial masyarakat.
Baca Juga:
Tragedi Berdarah di KEK Sei Mangkei! Pekerja Boiler PT Sheel Oil Indonesia Mengalami Putus Tangan, Terancam Cacat Seumur Hidup
“KEK harus menjadi pusat pertumbuhan yang menyebarkan manfaat ekonomi ke daerah sekitar, bukan menciptakan kantong-kantong eksklusivitas industri,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun Anton menyampaikan apresiasi atas investasi PT Guthrie International dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan industri tersebut, mulai dari penyediaan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas SDM lokal, hingga penciptaan iklim sosial yang kondusif bagi investasi.
Tohom menutup dengan menekankan pentingnya tata kelola investasi yang beretika dan berorientasi jangka panjang.
Baca Juga:
Diduga Abaikan K3, Pekerja Vendor Putus Tangan di Area Boiler PT Sheel Oil Indonesia di KEK Sei Mangkei
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat akan menentukan apakah KEK Sei Mangkei benar-benar mampu menjadi lokomotif pembangunan daerah yang berdaya saing dan berkeadilan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]